Pangandaran, garudajabar.tv — Pembangunan jalan penghubung Desa Mekarwangi dan Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, telah mencapai progres 96 persen. Capaian tersebut berdasarkan laporan perkembangan kegiatan hingga Minggu (1/11/2026) pukul 16.00 WIB.
Pembangunan jalan sepanjang 2.600 meter dengan lebar 6 meter itu menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130 yang dilaksanakan Kodim 0625/Pangandaran.
Pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah desa, mempermudah mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian warga.
Memasuki hari ke-19 pelaksanaan TMMD, Satgas TMMD Kodim 0625/Pangandaran juga terus mengerjakan sejumlah infrastruktur pendukung, di antaranya pembangunan delapan unit gorong-gorong, jembatan plat beton, dan jembatan Bailey.
Berdasarkan laporan yang sama, pembangunan jembatan Bailey tercatat mencapai progres 2 persen. Sementara itu, pembangunan gorong-gorong dan jembatan plat beton masih berada pada progres 0 persen.
Sumur Bor dan Rehabilitasi Rumah Warga Jadi Sasaran Program
Selain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran juga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui sejumlah program unggulan TNI AD.
Salah satunya adalah pembuatan lima titik sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah sasaran.
Hingga Minggu (1/11/2026), pengerjaan sumur bor di DTA Ibtidaul Ulum, Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, telah mencapai progres 18 persen. Adapun empat titik sumur bor lainnya masih tercatat dengan progres 0 persen.
Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD kali ini. Dari lima unit rumah yang direncanakan untuk direhabilitasi, rumah milik Abdul Sobar di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, telah mencapai progres 95 persen.
Sementara itu, rehabilitasi rumah milik Maspu’ah di dusun yang sama mencapai progres 20 persen. Adapun tiga rumah lainnya, masing-masing milik Siti Masitoh, Hadnan, dan Oyoh di Desa Mekarwangi, masih tercatat dengan progres 0 persen berdasarkan laporan perkembangan kegiatan.
Program unggulan lainnya meliputi penghijauan melalui penanaman 100 bibit pohon keras serta pemberian 100 paket makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting. Kedua kegiatan tersebut masih tercatat dengan progres 0 persen pada tanggal pelaporan.
Sejumlah Penyuluhan Nonfisik Telah Rampung
Tidak hanya menyasar pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah kegiatan penyuluhan telah mencapai progres 100 persen. Kegiatan tersebut mencakup wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum pidana dan perdata, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba dan perjudian, serta pencegahan terorisme dan paham radikalisme.
Selain itu, penyuluhan mengenai peningkatan gizi dan penurunan stunting, pertanian, pajak bumi dan bangunan, serta budidaya perikanan dan peternakan juga telah tercatat rampung.
Sementara itu, beberapa kegiatan nonfisik lainnya masih tercatat dengan progres 0 persen. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan minat baca dan perpustakaan keliling, pelayanan administrasi kependudukan berupa akta kelahiran dan KTP elektronik (KTP-el), serta pelatihan teknik pengemasan dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui kegiatan tersebut, program TMMD diharapkan tidak hanya memberikan manfaat pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat.
Libatkan 165 Personel TNI, Polri, dan Masyarakat

Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran pada Minggu (1/11/2026) melibatkan 115 personel TNI, 10 personel Polri, serta 40 warga masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Untuk menunjang pekerjaan di lapangan, Satgas TMMD menggunakan sejumlah peralatan, antara lain ekskavator, cangkul, sekop, kereta sorong, gergaji, martil, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, kondisi cuaca pada pagi hari terpantau cerah, siang hari panas, dan sore hari kembali cerah. Secara umum, situasi di wilayah kegiatan dilaporkan aman dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol.
Melalui program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0625/Pangandaran terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Dengan progres pembangunan jalan yang telah mencapai 96 persen, program tersebut diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas, memperlancar aktivitas ekonomi, dan memperkuat hubungan antardesa.


Komentar