Ciamis Gaya Hidup Jawa Barat
Home » Berita » Prameswari Galuh Luncurkan Batik ‘Cakra Galuh’ di Astana Gede Kawali

Prameswari Galuh Luncurkan Batik ‘Cakra Galuh’ di Astana Gede Kawali

CIAMIS – Sektor ekonomi kreatif di Tatar Galuh kembali melahirkan inovasi bernilai tinggi lewat lini fesyen lokal asal Panawangan. Rumah produksi Prameswari Galuh secara resmi meluncurkan motif batik terbarunya yang bertajuk “Cakra Galuh”.

Acara peluncuran (launching) ini dilaksanakan di kawasan bersejarah, tepatnya di Bale Reka Paminton, Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis. Kehadiran batik ini mengemban misi besar, memperkuat identitas budaya lokal, menyebarkan filosofi hidup yang universal, sekaligus memicu pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemilik Prameswari Galuh, Mia Sumiari Dewi, menjelaskan bahwa karya perdana dari rumah produksinya ini berakar kuat pada nilai spiritual dan sosial yang mendalam, yaitu filosofi “Cakra Rahayu”

“Cakra Rahayu ini memang sebuah amanat yang fundamental. Nilainya berlaku sangat universal bagi setiap individu manusia bagaimana kita bersikap kepada Sang Pencipta, kepada sesama manusia, dan kepada alam sekitar. Jika ketiga hal tersebut seimbang, maka manusia akan menemui kesejahteraan,” ungkap Mia.

Nilai-nilai luhur itulah yang ditumpahkan ke dalam goresan malam dan canting. Mia berharap pesan moral tentang keseimbangan hidup ini bisa tersampaikan kepada siapa saja yang mengenakannya, sekaligus membawa nama Galuh dikenal lebih luas hingga ke panggung internasional.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Langkah berani Prameswari Galuh ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Kepala (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, yang hadir mewakili Bupati Ciamis, memuji lompatan kreatif tersebut.

“Saya mewakili Bapak Bupati Ciamis menyambut baik. Ini merupakan hasil yang sangat luar biasa dan sangat kreatif, baik dari sisi ekonomi kreatif, budaya, maupun sejarah. Pemerintah daerah tentu akan mendorong dan membantu perkembangannya ke depan,” tegas Dadan.

Dadan menambahkan, kekayaan sejarah Tatar Galuh seolah tidak ada habisnya untuk digali. Suksesnya peluncuran Cakra Galuh di situs bersejarah Kawali ini diharapkan memicu para kreator lain untuk mengangkat ikon-ikon sejarah Ciamis lainnya ke lembaran kain, seperti kisah legendaris Ciung Wanara.

Guna memastikan industri batik ini berkelanjutan dan tidak layu di tengah jalan, Pemkab Ciamis berkomitmen memberikan dukungan penuh yang mencakup tiga pilar utama, mempermudah legalitas usaha bagi para perajin pendukung, mengenalkan produk ke pasar domestik serta ajang pameran nasional, membuka gerbang pendanaan dengan menggandeng sektor perbankan.

“Kami akan berkolaborasi dengan instansi lain, termasuk perbankan dan lembaga keuangan, agar pengembangan batik ini semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkas Dadan.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sinergi antara filosofi mendalam dari Prameswari Galuh serta komitmen promosi dan finansial dari pemerintah ini diharapkan mampu mengubah industri batik Ciamis. Dari yang semula sekadar kerajinan tangan, menjadi sektor industri kreatif massal yang mampu menyejahterakan masyarakat luas.

Acara peluncuran yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut ditutup secara apik dengan pertunjukan kolaborasi fashion show, teatrikal, dan tari persembahan dari Sanggar Seni Nawasena. (bieboy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *