Ciamis, garudjabar.tv – Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 berlangsung di Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Sebanyak 634 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan bantuan beras yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi dan musim kemarau.
Penyaluran bantuan melalui Perum Bulog tersebut berlangsung selama dua hari. Tahap terakhir dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026), dengan penerima berasal dari tiga dusun di Desa Karangpawitan.
Kepala Seksi Pelayanan Desa Karangpawitan, Anggit Sunandar, mengatakan sebanyak 634 PBP tercatat sebagai penerima bantuan pangan pada periode tersebut.
“Untuk target rencana kita disalurkan dua hari. Kebetulan kemarin kita sudah menyalurkan di hari Kamis, dan sekarang mudah-mudahan hari terakhir hari Sabtu. Jadi dua hari untuk pengalokasian 634 PBP meliputi tiga dusun,” kata Anggit.
Setiap penerima mendapatkan tiga karung beras karena bantuan tersebut mencakup alokasi selama tiga bulan. Masing-masing karung berisi 10 kilogram, sehingga total bantuan yang diterima setiap PBP mencapai 30 kilogram beras.
“Untuk masing-masing PBP itu mendapatkan sebagaimana alokasi Juli, Agustus, September. Jadi untuk masing-masing per bulannya itu mendapatkan satu karung. Alokasi tiga bulan itu mendapatkan tiga karung dengan kuota per karung itu 10 kg,” ujarnya.
Anggit menyebut tidak ada keluhan dari warga yang telah menerima bantuan. Namun, keluhan justru datang dari sebagian masyarakat yang belum tercatat sebagai penerima.
“Keluhannya bagi mereka yang tidak mendapatkan, mengeluh. Kalau untuk yang sudah mendapatkan, alhamdulillah tidak ada keluhan yang masuk ke kami,” katanya.
Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan agar penyaluran berikutnya semakin tepat sasaran.
“Mudah-mudahan harapan ke depan, pemerintah bisa mengevaluasi lagi data penerima bantuannya yang memang benar-benar akurat dan memang tepat sasaran dengan berkolaborasi langsung ke desa,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah desa memiliki perangkat kewilayahan hingga tingkat RT dan RW yang mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Karena itu, keterlibatan unsur kewilayahan dinilai penting dalam proses pendataan penerima bantuan.
“Dengan adanya RT dan RW, tentunya lebih tahu kondisi masyarakatnya seperti apa. Jadi mudah-mudahan ke depan pendataan bisa lebih akurat,” katanya.
Selain beras, warga juga berharap bantuan pangan pada periode berikutnya kembali dilengkapi dengan minyak goreng.
Anggit mengatakan minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang cukup dibutuhkan masyarakat.
“Pada prinsipnya apa pun yang diterima, yang namanya bantuan mungkin mereka terima, tapi alangkah baiknya kalau misalkan bantuan itu lebih komplit,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Juju Zulaikha, warga Dusun Lintung Taku, Desa Karangpawitan. Ia mengaku bantuan beras sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, bisa membantu ekonomi sehari-hari. Ya sedikit-sedikit bisa membantu, alhamdulillah,” kata Juju.
Namun, Juju berharap minyak goreng kembali masuk dalam paket bantuan seperti penyaluran sebelumnya.
“Maunya sih ada minyak lagi kayak bulan kemarin-kemarin. Saya pas pertama dapat, dapat minyak. Sekarang kedua dapat, kok enggak ada minyaknya,” ujarnya.
Juju mengatakan pada penyaluran sebelumnya dirinya menerima dua karung beras dan empat liter minyak goreng. Sedangkan dalam penyaluran kali ini, ia mendapatkan tiga karung beras atau total 30 kilogram.
“Sekarang mah beras aja tiga karung, 30 kilo,” katanya.
Warga lainnya, Tika, juga mengaku terbantu dengan adanya bantuan pangan tersebut. Terlebih, kondisi musim kemarau membuat sebagian masyarakat membutuhkan tambahan persediaan pangan.
“Alhamdulillah membantu, ya. Soalnya kan lagi musim kemarau, dapat bantuan beras alhamdulillah bisa nambah-nambah buat di rumah,” kata Tika.
Terkait kualitas beras, Tika menilai beras masih dapat dikonsumsi meski menurutnya perlu dicampur dengan beras lain karena kondisi beras dinilai kurang bersih.
“Kualitas ya mungkin kurang bersih, tapi alhamdulillah bisa dicampur sama beras yang bagus,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Hartanto, berharap program bantuan pangan terus berlanjut. Ia juga berharap masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dapat memperoleh alokasi pada penyaluran berikutnya.
“Mudah-mudahan bermanfaat dan terus berlanjut. Mudah-mudahan berasnya baik, dapat dikonsumsi dengan baik. Mudah-mudahan yang belum kebagian bisa ditambah lagi,” kata Hartanto.
Menurutnya, bantuan beras sangat membantu masyarakat kecil, terutama warga yang tidak memiliki sawah serta kelompok lanjut usia.
“Ini beras ini sangat membantu untuk masyarakat, khususnya kami masyarakat kecil yang tidak punya sawah. Sangat membantu, apalagi yang jompo-jompo, itu sangat membantu,” ujarnya.
Hartanto pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan pangan yang diterima masyarakat.
“Kepada Presiden Prabowo, saya ucapkan dari masyarakat terima kasih yang sebesar-besarnya bagi Bapak Presiden. Semoga Bapak Presiden sehat selalu,” katanya.
Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga semakin tepat sasaran serta mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk harapan warga agar minyak goreng kembali menjadi bagian dari bantuan pangan pada periode selanjutnya.


Komentar