Bandung, garudajabar.tv – Grand Final Hijab Influencer Indonesia 2026 sukses digelar di Kota Bandung, Minggu (28/9/2026). Ajang pencarian putri hijab yang eksis di dunia digital ini dinilai menjadi inovasi baru bagi industri kreatif, khususnya fashion muslim.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya, ajang ini melibatkan lebih dari 22 provinsi dengan 63 finalis, serta menggandeng para kreator busana muslim berkualitas.
“Ini adalah salah satu bentuk inovasi dari industri kreatif khususnya fashion, lebih khusus lagi pakaian muslim dan muslimah di Kota Bandung. Tentunya ini akan menjadi booster bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas dan industri fashion muslim dari Kota Bandung,” ujar Farhan.
Farhan menyebut, perkembangan fashion hijab di Bandung mengalami pergeseran yang luar biasa. Kini, fashion hijab terbagi dalam beberapa segmen, mulai dari busana harian, busana resmi, hingga busana extravaganza seperti Met Gala versi syariah.
Segmen-segmen tersebut harus terus didorong agar Bandung semakin kuat sebagai barometer fashion muslim di Indonesia.
Terkait dukungan pemerintah, Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus menjadikan Kota Bandung sebagai tuan rumah tetap grand final ajang ini.
“Pemerintah Kota Bandung sejak tahun lalu berkomitmen bahwa grand final Putri Hijab Influencer Indonesia akan selalu dilaksanakan di Kota Bandung. Tahun lalu saya hadir sebagai undangan, tahun ini sebagai pendukung, tahun depan insyaallah kita akan lebih niat lagi mendukungnya,” tegasnya.
Untuk mempertahankan Bandung sebagai episentrum fashion, kata Farhan, ruang-ruang inovasi harus terus dibuka. Siapapun yang masuk ke industri fashion Bandung harus siap berkompetisi dengan kompetensi dan daya saing tinggi.
Sementara itu, penyelenggara dari Albis Group sekaligus pembina Putri Hijabfluencer, Indri Rindani, mengatakan ajang tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat kalinya di Bandung. Antusiasme peserta meningkat signifikan.
“Alhamdulillah ini sudah keempat kalinya di Bandung dan sekarang Wali Kota Bandung sangat mensupport. Bandung itu Paris van Java dan insyaallah akan menjadi kiblat fashion muslim dunia,” kata Indri.

Ia mengungkapkan, tahun ini pendaftar mencapai 3.000 orang dari seluruh Indonesia, melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya 1.000 pendaftar. Dari ribuan pendaftar, setiap provinsi diambil minimal 4 finalis untuk berkompetisi di Bandung.
Menurut Indri, Hijab Influencer Indonesia merupakan satu-satunya kompetisi fashion muslim di Indonesia dan mungkin terbesar di dunia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Secara mandiri, pihaknya bahkan telah go internasional hingga ke Eropa dan pernah mendapat undangan dari Kedutaan Besar di Jeddah.
“Secara mandiri alhamdulillah sudah di Eropa, di Jeddah pun kita diundang Kedutaan, tetapi belum disupport pemerintah. Insyaallah dimulai dari Bandung yang mensupport kami, dari Bandung go global,” pungkasnya.


Komentar