Jawa Barat Sumedang
Home » Berita » Wabup Sumedang Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual, Tekankan Perlindungan Generasi Muda

Wabup Sumedang Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual, Tekankan Perlindungan Generasi Muda

Suasana ruang rapat di DPRD Sumedang, suasana pemaparan Wakil Bupati Sumedang.

SUMEDANG – Menyusul mencuatnya dugaan kasus penyimpangan perilaku seksual yang melibatkan kelompok LGBT di Kabupaten Sumedang dan menjadi perhatian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat dengan menggelar Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila memimpin langsung Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual di Kabupaten Sumedang yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (15/7/2026).

Dalam forum tersebut, sejumlah peserta rapat menyampaikan aspirasi dan usulan, di antaranya perlunya penyusunan regulasi daerah yang memberikan landasan hukum dalam upaya pencegahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Fajar Aldila menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menjaga nilai-nilai agama, moral, dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sumedang.

“Kita ingin memastikan generasi muda Sumedang tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta berlandaskan nilai-nilai agama dan akhlak yang baik. Upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi keagamaan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Majalengka – Keindhaan Bukit Hortensia di Lereng Bukit Gunung Ciremai

Menurut Fajar, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan memperkuat upaya edukasi, pembinaan keluarga bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), sebagai bagian dari langkah preventif.

 

Menanggapi usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan penyimpangan perilaku seksual, Fajar menegaskan setiap produk hukum daerah harus disusun dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melalui kajian hukum yang komprehensif.

“Penyusunan Perda harus sesuai dengan kewenangan daerah dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Karena itu, seluruh usulan akan dikaji terlebih dahulu bersama bagian hukum dan pihak terkait,” ujar Fajar.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus melakukan langkah-langkah mitigasi secara menyeluruh melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

“Sumedang dikenal sebagai daerah yang agamis, menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persaudaraan. Karena itu, seluruh ikhtiar yang kita lakukan bertujuan melindungi masyarakat dan generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu membawa kebanggaan bagi Kabupaten Sumedang,” kata Fajar.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Ditambahkan Fajar, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memberlakukan aturan pelarangan dan penonaktifan akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

“Kebijakan ini menargetkan platform seperti YouTube, TikTok, hingga Roblox guna melindungi generasi muda dari konten negatif, pornografi, perundungan siber, dan predator online,”pungkasnya.

(Bobby)

 

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *