Jawa Barat Travel
Home » Berita » Video Keranjang Langit Situ Gunung Terhenti di Tengah Lintasan Viral, Begini Kronologi dan Penyebabnya

Video Keranjang Langit Situ Gunung Terhenti di Tengah Lintasan Viral, Begini Kronologi dan Penyebabnya

Wahana Keranjang Langit di kawasan Situ Gunung Suspension Bridge, Kabupaten Sukabumi (FOTO : ISTIMEWA RAKA AZI)

SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan insiden pada wahana Keranjang Langit di kawasan Situ Gunung Suspension Bridge, Kabupaten Sukabumi, ramai diperbincangkan warganet setelah beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sebuah keranjang yang ditumpangi dua wisatawan terlihat berhenti di tengah lintasan sebelum mencapai titik akhir perjalanan.

Situasi semakin mengundang perhatian ketika keranjang yang mengalami kendala itu tersenggol oleh keranjang lain yang melaju dari belakang. Meski tidak menimbulkan korban, kejadian tersebut memunculkan berbagai pertanyaan terkait keamanan dan sistem operasional wahana wisata tersebut.

Pengunggah video, Abdul Rozak, mengaku menyaksikan langsung peristiwa itu saat dirinya juga sedang menikmati wahana Keranjang Langit pada Minggu (14/6/2026). Saat itu, ia berada di keranjang yang bergerak dari arah berlawanan dengan keranjang yang mengalami gangguan.

“Saya naik keranjang langit dan saat saya sedang videoin ada 1 keranjang berhenti di tengah-tengah. Selang beberapa menit dari belakang ada keranjang lain yang melaju dan akhirnya menabrak,” ujar Rozak, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa dirinya berada di jalur arah kembali, sementara keranjang yang mengalami kendala sedang bergerak menuju tujuan akhir.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Saya di keranjang yang lain di arah berlawanan, saya arah balik, yang terkendala di arah berangkat,” katanya.

Rozak mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa lama keranjang tersebut berhenti. Namun, menurut pengamatannya, dua wisatawan yang berada di dalam keranjang sempat menunjukkan kepanikan saat kejadian berlangsung.

“Agak panik,” singkatnya.

Sebagai pengunjung yang menyaksikan langsung insiden tersebut, Rozak berharap pihak pengelola melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan dan keamanan wahana. Ia menilai sejumlah komponen operasional perlu mendapatkan perhatian lebih agar kejadian serupa tidak terulang.

“Harus ada perbaikan sistem pengamanan, terutama motor penggerak di atas harus di-maintenance, dan tombol yang di penggerak motor tidak ditempatkan di dekat bagian tangan kanan pada keranjang,” jelasnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Menanggapi video yang viral tersebut, Manager Operasional Situ Gunung Suspension Bridge, Usep Suherlan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi awal, keranjang yang terhenti diduga akibat alat pengatur kecepatan atau potensio dimainkan oleh pengguna saat wahana sedang beroperasi.

Menurut Usep, dari rekaman video yang beredar terlihat adanya interaksi terhadap perangkat tersebut, padahal alat itu bukan untuk dioperasikan oleh wisatawan.

“Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensio. Kita tidak menginformasikan si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan. Itu hanya kami yang tahu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika keranjang berada sekitar 50 meter menjelang titik finis. Keranjang yang sempat berhenti kemudian kembali bergerak setelah terdorong oleh keranjang lain yang digunakan pengunjung berikutnya.

“Kemarin itu bukan dengan petugas, tapi pengunjung yang menggunakan keranjang berikutnya. Itu kejadiannya 50 meter sebelum finis di sana,” ucap Usep.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Keranjang Langit sendiri merupakan salah satu wahana ekstrem di Situ Gunung dengan panjang lintasan mencapai 523 meter. Pada titik terdalam, wahana tersebut melintas sekitar 160 meter di atas aliran sungai.

“Kalau panjangnya ini di 523 meter, ketinggian variatif. Hanya terdalam saja di atas sungai itu kurang lebih di 160 meter,” tuturnya.

Usep menerangkan bahwa potensio berfungsi untuk mengatur kecepatan laju keranjang yang digerakkan menggunakan tenaga baterai dan dinamo. Karena itu, perangkat tersebut tidak diperuntukkan untuk digunakan oleh pengunjung.

Pihak pengelola pun menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi. Selain mengingatkan wisatawan agar tidak mengoperasikan komponen teknis wahana, pengelola juga akan mengkaji kemungkinan penambahan informasi keselamatan selama wahana beroperasi.

“Di awal kita sampaikan, tapi di akhir karena sering banyak yang penasaran memutar dan putar kiri kanannya sehingga kurang begitu baik ketika diinformasikan. Pas operasional ke sini-sininya memang kami tidak menginformasikan. Dan kami juga mungkin akan kaji apa perlu dikasih informasi lagi untuk operasionalnya atau seperti apa. Nanti kita kaji baiknya seperti apa,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa setiap insiden, sekecil apa pun, harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pengunjung.

“Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi,” pungkas Usep.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *