BANDUNG – Suasana penuh nostalgia mewarnai gelaran Tribute 50 Tahun Nike Ardilla di Summarecon Mall Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Acara tersebut menghadirkan lebih dari 50 musisi dari berbagai generasi untuk mengenang perjalanan dan karya mendiang penyanyi asal Bandung, Nike Ardilla.
Gelaran tribute tersebut menjadi bagian dari Festival Kuliner Bandung yang mengusung konsep Bandung Tempo Dulu. Para penggemar Nike Ardilla dari berbagai daerah turut hadir dan menikmati penampilan sejumlah musisi yang membawakan kembali lagu-lagu populer sang legenda, di antaranya
Bintang Kehidupan dan Seberkas Sinar.
Sejumlah musisi yang pernah memiliki kedekatan dengan perjalanan karier Nike Ardilla juga turut tampil. Mel Shandy dan Lady Avisha menjadi bagian dari penampil yang membawakan lagu-lagu Nike Ardilla di hadapan para penggemar.
Bagi para musisi yang terlibat, penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengenang sosok Nike Ardilla serta perjalanan kariernya. Suasana nostalgia semakin terasa ketika lagu-lagu yang pernah populer di era kejayaan Nike Ardilla kembali dinyanyikan di atas panggung.
Musisi muda Rara Ardilla juga turut tampil dalam gelaran tersebut. Keterlibatan musisi dari berbagai generasi menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga karya Nike Ardilla agar tetap dikenal dan dinikmati oleh penggemar lintas generasi.
Salah satu penggagas acara, Jalu Adinagoro, mengatakan gelaran tribute Nike Ardilla menjadi agenda yang rutin dilakukan para penggemar. Menurutnya, kegiatan untuk mengenang Nike Ardilla biasanya digelar dua kali dalam setahun, yakni bertepatan dengan hari ulang tahun dan momentum wafatnya sang penyanyi.
Bagi keluarga, kehadiran para penggemar dan musisi dalam gelaran tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap Nike Ardilla. Alan Yudi dan Deden Sony selaku kakak mendiang menyampaikan rasa haru sekaligus bangga karena karya sang adik masih mendapat perhatian dari penggemar hingga puluhan tahun setelah kepergiannya.
Keluarga berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang bagi penggemar untuk mengenang Nike Ardilla melalui karya-karyanya. Terlebih, popularitas Nike Ardilla tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga memiliki penggemar di sejumlah negara Asia Tenggara.
Gelaran Tribute 50 Tahun Nike Ardilla akhirnya menjadi pertemuan lintas generasi antara musisi, keluarga, komunitas, dan para penggemar. Melalui musik, karya-karya Nike Ardilla kembali dihidupkan dan menjadi bagian dari perjalanan generasi baru yang mengenal sosoknya sebagai salah satu penyanyi legendaris asal Bandung.
(RIRI)


Komentar