BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka 3.019 lowongan kerja melalui Job Fair Future Connect 2026. Ribuan lowongan dari 31 perusahaan itu diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
Job Fair Future Connect 2026 digelar di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan job fair keempat yang diselenggarakan Disnaker Kota Bandung sepanjang 2026.
Lowongan yang tersedia terbuka bagi lulusan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1 hingga S2, sehingga dapat diakses oleh pencari kerja dari berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan job fair terus meningkat. Pada setiap pelaksanaan, rata-rata sekitar 2.000 pencari kerja menghadiri kegiatan tersebut.
“Ini job fair yang keempat yang kami laksanakan. Setiap job fair rata-rata dihadiri sekitar 2.000 orang. Untuk kali ini tersedia lebih dari 3.000 lowongan kerja. Yang sudah mendaftar melalui sistem tiket sekitar 1.500 orang,” kata Yayan saat ditemui di lokasi, Kamis (30/7/2026).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana Saat Menghadiri Kegiatan Job Fair Future Connect 2026 digelar di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026)
(Mugni/GarudaJabar.tv)
Yayan mengatakan, penyelenggaraan job fair sebelumnya juga memberikan hasil positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data yang masuk ke sistem Disnaker, sekitar 600 pencari kerja berhasil memperoleh pekerjaan melalui job fair yang digelar di Gedung KONI Kota Bandung.
“Yang bisa kami laporkan dari job fair sebelumnya di Gedung KONI, penyerapannya mencapai sekitar 600 orang. Itu berdasarkan laporan yang masuk ke aplikasi kami,” katanya.
Menurutnya, jumlah tersebut kemungkinan belum mencerminkan seluruh peserta yang berhasil direkrut. Pasalnya, data yang tercatat hanya berasal dari perusahaan dan pencari kerja yang telah melaporkan hasil rekrutmen melalui aplikasi New BIMMA.
“Mereka wajib melapor di New BIMMA. Jadi angka 600 orang itu kemungkinan belum semuanya, hanya yang sudah melapor. Datanya lengkap, by name dan by address,” jelasnya.
Yayan menambahkan, perusahaan peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari perbankan, ritel, manufaktur, kuliner, logistik, hingga peluang bekerja ke luar negeri, termasuk Jepang.
“Perusahaannya cukup beragam. Ada dari sektor perbankan, ritel, manufaktur, kuliner, hingga peluang bekerja ke luar negeri seperti Jepang. Kami ingin memastikan proses rekrutmen melalui job fair ini berjalan baik sampai tahap akhir sehingga benar-benar menghasilkan penempatan tenaga kerja,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar