Uncategorized
Home » Berita » Salurkan 1.000 Bebek Petelur, JAMTANI Dorong Desa Babakan Jadi Desa Tangguh Iklim

Salurkan 1.000 Bebek Petelur, JAMTANI Dorong Desa Babakan Jadi Desa Tangguh Iklim

Pangandaran, garudajabar.tv –  Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir dan petani skala kecil terhadap dampak perubahan iklim, Jaringan Masyarakat Tani (JAMTANI) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyampaian Rekomendasi Hasil Participatory Climate Risk Assessment (PCRA) atau Penilaian Risiko Iklim Partisipatif di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan yang telah dilaksanakan JAMTANI selama lima bulan terakhir melalui asesmen, survei lapangan, pemetaan digital, serta diskusi bersama masyarakat dan pemerintah desa.

Hasil kajian menunjukkan sejumlah ancaman iklim yang dihadapi masyarakat di lima dusun di Desa Babakan, antara lain banjir rob, kekeringan, krisis air bersih, hingga angin puting beliung. Berdasarkan hasil pemetaan, Dusun Bojongsari menjadi wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi terhadap ancaman banjir dan rob.

Iwa Kustiwa Adinata, Direktur JAMTANI, mengatakan hasil PCRA menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Selama lima bulan terakhir kami melakukan asesmen dan pemetaan risiko iklim di Desa Babakan. Dari hasil tersebut lahir sejumlah rekomendasi program yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi masyarakat setempat,” kata Kustiwa.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Menurutnya, perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang harus dihadapi melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari hasil kajian tersebut, JAMTANI merekomendasikan sejumlah program strategis, di antaranya Sekolah Lapang Iklim Agribisnis (SLIA), pengembangan pertanian terintegrasi padi-ikan-bebek, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, hingga pendampingan legalitas usaha bagi produk olahan hasil pertanian dan perikanan.

Selain menyampaikan rekomendasi, JAMTANI juga menyalurkan sebanyak 1.000 ekor bebek petelur kepada keluarga penerima manfaat yang masuk kategori rentan berdasarkan hasil penilaian risiko iklim.

Kustiwa menjelaskan, program pengembangan bebek petelur dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Terlebih, Pangandaran sebagai daerah wisata memiliki peluang pasar yang cukup besar untuk produk turunan seperti telur asin.

“Sebanyak 1.000 ekor bebek kami salurkan kepada warga penerima manfaat. Sebagian bebek merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan JAMTANI selama lima bulan terakhir dan beberapa di antaranya sudah mulai bertelur,” ujarnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Ia menegaskan bantuan tersebut tidak hanya sebatas penyaluran ternak, tetapi juga akan diikuti dengan pendampingan secara berkelanjutan.

“Kami akan terus melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat, mulai dari pelatihan kesehatan ternak, manajemen pakan, hingga pengelolaan kandang. Tujuannya agar masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha ternak secara mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, JAMTANI menargetkan peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan telur bebek menjadi telur asin yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjual telur segar, tetapi juga mampu memproduksi telur asin. Karena itu kami akan memberikan pendampingan,” katanya.

Menurut Kustiwa, peluang pasar juga terbuka melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga hasil produksi masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Salah seorang penerima manfaat, Eri, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan JAMTANI. Menurutnya, potensi pakan alami di Desa Babakan sangat melimpah sehingga mendukung pengembangan usaha ternak bebek.

“Kami bersyukur mendapat bantuan bebek, karena untuk pakan seperti keong dan berbagai jenis tumbuhan di sekitar lingkungan masih sangat melimpah. Ke depan kami juga berharap dapat mengolah hasilnya menjadi telur asin sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Babakan, Undang Herdi, menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan JAMTANI untuk masyarakat desanya.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan bebek yang diberikan kepada warga. Pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan agar program ini berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian dan mendukung program ketahanan pangan,” katanya.

Penyerahan bantuan bebek berlangsung dengan antusias. Warga penerima manfaat tampak senang dan menyambut positif program yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga mereka.

Melalui penyampaian hasil PCRA dan implementasi program pemberdayaan tersebut, JAMTANI berharap terbangun sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menjadikan Desa Babakan sebagai model desa tangguh iklim yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. (Eris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *