CIAMIS – Suasana berbeda terlihat pada pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah tingkat Kecamatan Kawali. Sejumlah peserta yang menunggu giliran bertanding memilih mengisi waktu dengan membaca buku di Komunitas Gada Membaca.
Kegiatan Porseni berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 15-16 Juli 2026, dan dipusatkan di MI Winduraja serta Komunitas Gada Membaca. Sebanyak sembilan Madrasah Ibtidaiyah turut ambil bagian, yakni MI Cikangkung, MI Panimbang, MI Plus Al-Ittihad, MI PUI Pogorsari, MI Selamaya, MI Sindanggirang, MI Sindangsari, MI Sindangwangi, dan MI Winduraja.
Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Kawali, Iman Hilman, S.Pd.I, mengatakan Porseni tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.
“Tujuan Porseni antara lain membangun citra madrasah sebagai basis pengembangan rohani, jasmani, keterampilan, dan intelektualitas. Selain itu juga mengembangkan potensi dan kreativitas siswa, memberi kesempatan bagi siswa berprestasi untuk beraktualisasi diri, serta menumbuhkan watak jujur, tekun, cermat, dan berpandangan terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, sasaran kegiatan ini adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah terbaik di bidang seni dan olahraga dari masing-masing sekolah di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.
Adapun cabang yang dilombakan meliputi MTQ, pidato bahasa Indonesia, kaligrafi, solo vokal, baca puisi, bulu tangkis, tenis meja, futsal, dan bola voli.
Pemenang di tingkat kecamatan akan mewakili Kecamatan Kawali pada Porseni tingkat Kabupaten Ciamis yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Panjalu pada 21-22 Juli 2026.
Pada Porseni tahun ini, MI Winduraja menjadi madrasah dengan perolehan juara terbanyak, disusul MI PUI Pogorsari dan MI Selamaya.
“Kami mengapresiasi seluruh madrasah yang telah berpartisipasi sehingga penyelenggaraan Porseni dapat berjalan dengan sportivitas dan penuh kebersamaan demi memajukan prestasi siswa,” kata Iman.
Sementara itu, Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, mengaku bersyukur karena beberapa cabang lomba dapat dilaksanakan di lokasi tersebut.
“Anak-anak yang menunggu giliran tampil bisa membaca buku dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di Gada Membaca. Kami senang tempat ini dapat menjadi ruang belajar sekaligus ruang menunggu yang bermanfaat bagi peserta,” ungkapnya.
Kehadiran fasilitas literasi di tengah ajang olahraga dan seni dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta, karena selain berkompetisi mereka juga terdorong untuk meningkatkan minat baca.(bieboy)


Komentar