Pangandaran, garudajabar.tv – Infeksi Human Papillomavirus (HPV) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian masyarakat. Virus ini dapat menginfeksi perempuan maupun laki-laki dan, pada jenis tertentu, berisiko menyebabkan kanker jika infeksi menetap dalam jangka panjang.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @rsud_pangandaran, pada Senin (5/10/2026), RSUD Pandega Pangandaran memberikan edukasi mengenai infeksi HPV sekaligus meluruskan sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat.
Salah satu anggapan yang diluruskan adalah bahwa seseorang yang merasa sehat dan tidak mengalami gejala berarti terbebas dari infeksi HPV. Faktanya, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang dengan sendirinya berkat respons sistem kekebalan tubuh.
Namun, pada sebagian orang, infeksi HPV jenis berisiko tinggi dapat menetap selama bertahun-tahun dan memicu perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Proses tersebut umumnya berlangsung secara bertahap, sehingga seseorang dapat tidak menyadari adanya masalah kesehatan pada tahap awal.
Oleh karena itu, tidak adanya gejala bukan berarti seseorang pasti terbebas dari infeksi HPV. Pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran tenaga medis, termasuk skrining kanker serviks bagi perempuan yang memenuhi kriteria, menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini.
HPV Tidak Hanya Menyerang Perempuan
Mitos lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa HPV hanya menyerang perempuan karena memiliki rahim. Padahal, laki-laki juga dapat terinfeksi dan menularkan virus tersebut melalui kontak intim, termasuk aktivitas seksual.
Infeksi HPV dapat berkaitan dengan sejumlah jenis kanker, antara lain kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker pada bagian belakang tenggorokan atau orofaring. Meski demikian, tidak semua infeksi HPV berkembang menjadi kanker karena risikonya bergantung pada jenis virus dan sejumlah faktor lainnya.
HPV merupakan kelompok virus yang terdiri atas banyak jenis. Sebagian dapat menyebabkan kutil kelamin, sedangkan jenis lainnya tergolong berisiko tinggi karena berkaitan dengan perkembangan kanker.
Pemahaman mengenai cara penularan dan risiko infeksi ini penting agar masyarakat tidak menganggap HPV sebagai masalah kesehatan yang hanya berkaitan dengan perempuan. Pencegahan dan edukasi perlu menjangkau laki-laki maupun perempuan.
Imunisasi HPV untuk Mencegah Risiko Kanker
Dalam edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga menekankan pentingnya imunisasi HPV sebagai salah satu langkah utama untuk mencegah infeksi HPV tertentu yang berisiko menyebabkan kanker.
Imunisasi HPV dianjurkan diberikan sejak usia dini, sebelum seseorang terpapar virus. Vaksin ini dapat diberikan kepada anak perempuan maupun laki-laki sesuai rekomendasi usia dan program imunisasi yang berlaku.
Vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari jenis virus yang paling sering menyebabkan kanker serviks dan sejumlah kanker terkait HPV lainnya. Perlindungan yang diberikan dapat menurunkan risiko penyakit pada masa mendatang, meskipun vaksin tidak mencakup seluruh jenis HPV.
Karena itu, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh informasi mengenai jadwal imunisasi, jumlah dosis sesuai usia dan kondisi penerima, serta ketersediaan layanan vaksinasi.
Selain imunisasi, skrining kanker serviks tetap penting bagi perempuan sesuai kelompok usia dan rekomendasi medis. Vaksinasi tidak menggantikan skrining karena seseorang masih dapat berisiko mengalami perubahan sel akibat jenis HPV yang tidak tercakup dalam vaksin.
Tingkatkan Kesadaran melalui Edukasi Kesehatan
RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai mitos seputar HPV dan mencari informasi kesehatan dari sumber yang tepercaya.
Pencegahan sejak dini melalui imunisasi, pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran, serta peningkatan pemahaman mengenai penularan HPV diharapkan dapat membantu menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan infeksi tersebut.
Melalui edukasi kesehatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa perlindungan terhadap HPV merupakan tanggung jawab bersama. Langkah pencegahan yang tepat sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kanker pada masa mendatang.


Komentar