Health & Fitness Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kegawatdaruratan, Kejang dan Penurunan Kesadaran

RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kegawatdaruratan, Kejang dan Penurunan Kesadaran

Pangandaran, garudajabar.tv – Kejang, penurunan kesadaran, dan perubahan kondisi kesehatan secara mendadak merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut dapat memerlukan penanganan medis segera di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Pentingnya mengenali tanda kegawatdaruratan tersebut disampaikan dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Razlifa Rasya Nafisyah, dalam kegiatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang berlangsung di ruang tunggu Poliklinik Lantai 3 RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (17/9/2026).

Dalam kegiatan edukasi yang diikuti pasien dan keluarga yang sedang menunggu pelayanan, dr. Razlifa mengajak masyarakat memahami gejala kegawatdaruratan serta mengetahui kapan seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan di IGD.

Salah satu materi yang dibahas adalah tanda bahaya yang berkaitan dengan kejang dan penurunan kesadaran. Pemahaman mengenai kondisi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara tepat dan tidak menunda pertolongan ketika menghadapi situasi darurat.

Kejang merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius, terutama jika terjadi untuk pertama kalinya, berlangsung lebih dari lima menit, berulang tanpa pemulihan kesadaran di antara episode, atau disertai kesulitan bernapas maupun cedera. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Icon Carnival Pangandaran 2026 Tampilkan Kreasi Unik, Angkat Budaya dan Potensi Lokal

Saat seseorang mengalami kejang, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhkan benda-benda berbahaya di sekitarnya, serta melindungi kepala dari benturan. Jangan menahan gerakan tubuh secara paksa dan jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut orang yang sedang kejang.

Setelah kejang berhenti, jika orang tersebut bernapas normal, posisikan tubuhnya miring untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka, selama tidak dicurigai mengalami cedera tulang belakang. Segera hubungi layanan kegawatdaruratan apabila kejang berlangsung lama, berulang, atau disertai tanda bahaya lainnya.

Selain kejang, penurunan kesadaran juga menjadi kondisi yang harus diwaspadai. Tanda-tandanya antara lain seseorang sulit dibangunkan, tidak merespons ketika dipanggil atau diberikan rangsangan, mengalami kebingungan mendadak, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.

Penurunan kesadaran dapat disebabkan oleh berbagai kondisi serius, seperti gangguan aliran darah ke otak, cedera kepala, gangguan kadar gula darah, maupun masalah kesehatan lainnya. Karena penyebabnya tidak selalu dapat diketahui tanpa pemeriksaan, kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa.

Apabila seseorang tidak merespons, segera minta bantuan medis. Periksa apakah ia bernapas secara normal. Jika tidak bernapas normal, segera hubungi layanan kegawatdaruratan dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai kemampuan atau ikuti instruksi petugas melalui telepon. Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat melalui mulut kepada orang yang mengalami penurunan kesadaran.

RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

Selain kejang dan penurunan kesadaran, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya lainnya, seperti nyeri dada berat, sesak napas berat, perdarahan yang tidak terkendali, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara secara tiba-tiba, serta reaksi alergi berat. Gejala-gejala tersebut memerlukan penilaian dan penanganan medis segera.

Kenali Perbedaan Kondisi Darurat dan Keluhan Poliklinik

Masyarakat perlu memahami bahwa layanan poliklinik dan IGD memiliki fungsi yang berbeda. Poliklinik umumnya melayani pemeriksaan terjadwal serta keluhan yang kondisinya relatif stabil, sedangkan IGD memberikan penanganan awal terhadap pasien yang mengalami kondisi akut dan membutuhkan evaluasi segera.

Meski demikian, penentuan tingkat kegawatdaruratan tetap dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan kondisi pasien. Apabila muncul gejala berat atau perubahan kondisi secara mendadak, masyarakat sebaiknya tidak menunggu jadwal pemeriksaan poliklinik.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran mendorong pasien dan keluarga agar lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan, memahami tanda-tanda kegawatdaruratan, serta mengetahui tindakan awal yang tepat sebelum pertolongan medis tiba.

RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata, Terapkan Aturan 20-20-20

Program NGOBATAN menjadi salah satu sarana RSUD Pandega Pangandaran untuk menyampaikan informasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Melalui penyampaian materi dengan bahasa yang mudah dipahami, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dalam mengenali risiko kesehatan serta mengambil langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.

RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi tubuh yang terjadi secara tiba-tiba. Jika seseorang mengalami kejang berkepanjangan, penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, atau tanda kegawatdaruratan lainnya, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serta meningkatkan keselamatan pasien.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Menko Zulhas: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan

02

Konflik Agraria di Langkaplancar Picu Ketakutan Warga, Jeje Desak Pemerintah Segera Mediasi

03

Prameswari Galuh Luncurkan Batik ‘Cakra Galuh’ di Astana Gede Kawali

04

Tani Merdeka Jabar Somasi Kadis Pertanian Indramayu, Diduga Cemarkan Nama Organisasi

05

Puluhan Perajin di Ciamis Sulap Daun Pandan Jadi Produk Bernilai Ekspor, Libatkan Ibu Rumah Tangga hingga Remaja

Berita Terbaru