PANGANDARAN — RSUD Pandega Pangandaran merilis capaian Indikator Nasional Mutu (INM) pelayanan kesehatan untuk periode Semester I 2026, yakni Januari hingga Juni.
Dari 13 indikator yang dievaluasi, mayoritas berhasil memenuhi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.
Salah satu capaian tertinggi tercatat pada indikator Kecepatan Waktu Tanggap Komplain. RSUD Pandega Pangandaran mencatat capaian 100 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 80 persen.
Sementara itu, tingkat Kepuasan Pasien mencapai 83,05 persen, lebih tinggi dibandingkan target sebesar 76,61 persen.
Capaian positif juga terlihat pada sejumlah indikator lainnya. Waktu Tunggu Rawat Jalan mencapai 98,3 persen dari target 80 persen. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional berada di angka 97,5 persen dari target 80 persen.
Kemudian, Kepatuhan Waktu Visite Dokter mencapai 95,5 persen, Waktu Tanggap Operasi Seksio Sesarea Emergensi sebesar 94,7 persen, serta Kepatuhan Kebersihan Tangan mencapai 92,7 persen.
Pada pelayanan bedah, Penundaan Operasi Elektif tercatat 0 persen. Capaian ini memenuhi standar yang ditetapkan, yakni kurang dari 5 persen.
Meski sebagian besar indikator telah memenuhi target, masih terdapat sejumlah aspek yang membutuhkan peningkatan. Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium tercatat 99,3 persen dari target 100 persen.
Kemudian, Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh mencapai 98,5 persen, Kepatuhan Identifikasi Pasien 97,8 persen, dan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri atau APD sebesar 96,3 persen. Ketiganya masih berada di bawah target 100 persen.
Sementara itu, indikator yang menjadi perhatian adalah Kepatuhan Terhadap Alur Klinis atau Clinical Pathway, yang baru mencapai 67,5 persen dari target 80 persen.
Direktur Utama RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, MM., menegaskan capaian positif tersebut tidak menjadi alasan bagi rumah sakit untuk mengurangi upaya peningkatan mutu pelayanan.
Menurutnya, indikator yang belum mencapai target akan terus dievaluasi dan dibenahi melalui pengawasan serta perbaikan internal secara berkelanjutan.
“RSUD Pandega Pangandaran terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui pemantauan 13 INM ini, kami berupaya melakukan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan guna memantapkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Publikasi capaian INM Semester I 2026 tersebut sekaligus menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas RSUD Pandega Pangandaran kepada masyarakat.
Dengan evaluasi secara berkala, rumah sakit diharapkan dapat mempertahankan indikator yang telah memenuhi target sekaligus mempercepat perbaikan pada aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan.


Komentar