PANGANDARAN – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak hanya menjadi persoalan di tingkat lokal, tetapi juga tantangan kesehatan global yang membutuhkan upaya pencegahan secara berkelanjutan.
Setiap tanggal 15 Juni, negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperingati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN (ASEAN Dengue Day). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarnegara dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran DBD.
Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day 2026, manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pencegahan demam berdarah sejak dini.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pihak rumah sakit menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.
“Demam berdarah bukan sekadar masalah satu negara, tetapi merupakan tantangan bersama. Saatnya bersatu untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan,” tulis manajemen RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahan tersebut.
RSUD Pandega Pangandaran menekankan bahwa langkah pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, mual, maupun munculnya bintik-bintik merah pada kulit.
Untuk mendapatkan penanganan dan konsultasi medis yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.
Melalui edukasi dan kampanye kesehatan tersebut, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD semakin meningkat sehingga angka kasus dapat ditekan melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama.


Komentar