Ciamis Gaya Hidup Jawa Barat
Home » Berita » Relawan Gada Membaca Olah Ribuan Buku Donasi Masyarakat, Puluhan Buku Diproses Setiap Hari

Relawan Gada Membaca Olah Ribuan Buku Donasi Masyarakat, Puluhan Buku Diproses Setiap Hari

Ciamis, garudjabar.tv – Donasi buku dari masyarakat menjadi salah satu sumber penting bagi pengembangan koleksi Komunitas Gada Membaca. Namun, sebelum disimpan di rak dan dipinjamkan kepada masyarakat, setiap buku terlebih dahulu melalui proses pemilahan dan pengolahan secara sistematis.

Proses tersebut dilakukan untuk mempermudah temu kembali informasi sekaligus memastikan data bibliografi setiap koleksi tersusun dengan baik, sehingga buku dapat diakses pengguna secara efektif dan efisien.

Salah seorang relawan Komunitas Gada Membaca, Ike Nurjanah, warga Desa/Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, menjadi bagian yang aktif dalam proses pengolahan bahan bacaan hasil donasi masyarakat.

Setelah buku melalui proses pemilahan, Ike kemudian melakukan sejumlah tahapan pengolahan koleksi agar buku yang masuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tahap pertama dilakukan dengan memberikan sejumlah cap pada buku, mulai dari cap lembaga, cap nomor induk, hingga cap hak milik.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Selanjutnya, sampul buku difoto untuk mempermudah pencarian koleksi. Proses pencarian informasi buku juga dapat dibantu dengan layanan DuckDuck yang tersedia pada aplikasi.

Tahap berikutnya adalah memasukkan data buku ke dalam sistem pengelolaan perpustakaan yang digunakan Komunitas Gada Membaca, yakni Senayan Library Management System (SLiMS) 9 Bulian.

Berbagai informasi buku dimasukkan ke dalam sistem, mulai dari judul, nama pengarang, penanggung jawab, cetakan, ISBN, deskripsi fisik, klasifikasi, nomor panggil, hingga foto sampul buku.

Setelah data lengkap, koleksi kemudian dipromosikan melalui beranda aplikasi dan diberikan kode eksemplar.

Kode QR eksemplar yang telah dibuat selanjutnya dicetak, dipotong, kemudian ditempelkan pada buku. Agar tampilannya rapi dan seragam, punggung buku terlebih dahulu diukur menggunakan penggaris untuk menentukan posisi label.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Setelah seluruh tahapan selesai, buku kemudian ditempatkan di rak dan siap dimanfaatkan serta dipinjam oleh masyarakat.

Bagi Ike, kegiatan mengolah bahan bacaan tidak hanya menjadi aktivitas kerelawanan, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.

“Manfaatnya jadi banyak tahu buku yang diolah, menambah pengetahuan, dan tentu saja saya langsung membaca buku yang paling menarik setelah diolah,” ujar Ike.

Mahasiswi semester 4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka tersebut mampu mengolah sekitar 40 buku dalam sehari. Proses tersebut dikerjakan selama kurang lebih dua jam.

Hingga kini, Ike telah mengolah sekitar 9.230 eksemplar buku. Kegiatan tersebut dilakukannya sembari menjalankan aktivitas pelayanan kepada pengunjung Komunitas Gada Membaca.

Audiensi ke DPRD Ciamis, Perwakilan MBG Solid Dukung Keberlanjutan Program

Selain mengolah bahan bacaan, Ike juga memberikan pelatihan komputer dasar kepada siswa MIS Winduraja. Aktivitas tersebut dilakukan setiap Senin hingga Rabu.

Kehadiran para relawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan literasi di Komunitas Gada Membaca. Tidak hanya membantu menata koleksi, para relawan juga turut memastikan buku-buku sumbangan masyarakat dapat benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi para pembacanya

 

(BIEBOY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *