Bandung Raya Infrastruktur Jawa Barat
Home » Berita » Ratusan Bus Eks Cicaheum Pindah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Naik Jadi 300 Bus per Hari

Ratusan Bus Eks Cicaheum Pindah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Naik Jadi 300 Bus per Hari

BANDUNG – Ratusan armada bus yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum kini mulai terpusat di Terminal Leuwipanjang setelah penutupan total operasional Cicaheum pada 26 Juni 2026.

Perpindahan tersebut turut mendorong peningkatan jumlah keberangkatan dan penumpang di terminal terbesar di Kota Bandung itu.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, hingga saat ini sekitar 99 persen armada dari Cicaheum telah beralih beroperasi ke Leuwipanjang. Dari total sekitar 20 perusahaan otobus (PO), hanya tersisa satu operator yang belum masuk dan dijadwalkan mulai bergabung dalam waktu dekat.

“Sudah mulai 99 persen dari armada yang di Cicaheum beralih ke Leuwipanjang. Yang belum masuk tinggal City Trans, informasinya mulai tanggal 2 Juli,” kata Asep Rabu (1/7/2026).

Asep menyebut, jumlah armada yang berpindah mencapai lebih dari 150 unit. Namun, jumlah bus yang masuk ke area terminal setiap hari tidak seluruhnya beroperasi bersamaan karena dilakukan pengaturan jadwal.

Majalengka – Keindhaan Bukit Hortensia di Lereng Bukit Gunung Ciremai

Menurutnya, pengelola menerapkan sistem headway atau pengaturan jeda kedatangan agar terminal tidak mengalami penumpukan kendaraan.

“Setiap bus yang belum waktunya masuk ke Terminal Leuwipanjang kami tahan dulu. Mereka menunggu di pool masing-masing dan baru masuk sesuai jadwal keberangkatan. Kalau tidak diatur, pasti akan terjadi penumpukan dan kemacetan karena lahan terminal terbatas,”katanya.

Selain mengatur pergerakan armada, pihaknya juga memperketat pemeriksaan kendaraan melalui ramp check untuk memastikan seluruh bus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

“Kendaraan yang tidak berizin, tidak layak administrasi maupun teknis kami larang beroperasi dan diminta kembali ke garasi. Karena ini angkutan jarak jauh, aspek keselamatan menjadi prioritas,”ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa armada yang belum memenuhi persyaratan.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Ada yang menggunakan Kartu Pengawasan (KPS) pariwisata, ada yang belum memiliki KPS, dan ada yang masa berlakunya habis. Itu kami tolak dulu sampai dilengkapi. Kemarin ada sekitar dua sampai empat bus yang belum layak,”jelasnya.

Seiring perpindahan armada, aktivitas keberangkatan di Terminal Leuwipanjang juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya rata-rata keberangkatan reguler berada di angka sekitar 200 bus per hari, kini meningkat menjadi sekitar 300 bus per hari.

“Sebelum berpindah armada, itu biasa kami 200 bus. Sekarang sudah mulai ada peningkatan kurang lebih ke 300 bus,”pungkasnya.

(Mugni)

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *