Bandung Raya Infrastruktur Jawa Barat
Home » Berita » Pesawat N-219 Disiapkan Jadi Ambulans Udara

Pesawat N-219 Disiapkan Jadi Ambulans Udara

Wamen Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wamenkes Benjamin Paulus, dan Dirut PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan meninjau pesawat N-219 yang diproyeksikan menjadi ambulans udara di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyiapkan pengembangan pesawat N-219 menjadi ambulans udara untuk membantu meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, kepulauan, serta daerah yang memiliki keterbatasan transportasi darat.

Pengembangan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 50 tahun PTDI yang berlangsung di Hanggar Final Assembly Line (FAL) N-219, Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah.

N-219 dinilai memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan transportasi udara di wilayah dengan infrastruktur terbatas. Pesawat tersebut dirancang untuk dapat beroperasi di landasan yang relatif pendek sehingga berpotensi menjangkau daerah 3T.

Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan N-219 memiliki potensi besar untuk mendukung konektivitas udara, terutama di wilayah tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan.

“Pesawat N219 sangat dibutuhkan untuk penerbangan perintis, terutama di Papua,” ujar Febrian saat diwawancarai usai meninjau pesawat N-219 di Hanggar Final Assembly Line (FAL) PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus mengatakan transportasi udara dibutuhkan untuk membantu pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia yang sulit dijangkau melalui transportasi darat maupun layanan penerbangan reguler.

“Sehingga Kemenkes menyambut baik PTDI yang siap membuat ambulans amfibi dan pesawat ambulans,” ujar Benjamin saat diwawancarai usai meninjau pesawat N-219 di Hanggar FAL PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Selain ambulans udara, PTDI juga membuka peluang pengembangan pesawat dengan fungsi khusus untuk mendukung penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan respons cepat serta dukungan transportasi udara di lapangan.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan pesawat N-219 dapat dikembangkan dengan konfigurasi khusus sesuai kebutuhan pengguna. Pengembangan tersebut memungkinkan pesawat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik dan penanganan bencana.

“N219 ini bisa didesain untuk pesawat pemadam kebakaran,” kata Gita saat diwawancarai usai meninjau pesawat N-219 di Hanggar FAL PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sementara itu, untuk kebutuhan ambulans amfibi, PTDI menyebut pengembangannya dapat menggunakan basis pesawat NC212. Pengembangan tersebut masih akan disesuaikan dengan kebutuhan serta arahan pemerintah dan pengguna layanan kesehatan.

Pengembangan berbagai konfigurasi pesawat tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas udara sekaligus mendukung pelayanan kesehatan dan penanggulangan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, kepulauan, dan daerah dengan akses transportasi terbatas.

PTDI menegaskan pengembangan pesawat akan disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan kemampuan industri dirgantara dalam negeri untuk menghadirkan solusi transportasi dan pelayanan publik yang lebih luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *