PANGANDARAN – Warga dan nelayan berkumpul di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, saat proses pencarian korban perahu nelayan yang terbalik dihantam gelombang tinggi, Senin (10/8/2026).
PANGANDARAN – Perahu katir bernama Karya Berkah terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Senin (10/8/2026) sore. Dari tujuh orang yang berada di atas perahu, enam nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang tekong bernama Suprianto masih dalam pencarian.
Peristiwa terjadi saat perahu hendak keluar dari kawasan pantai untuk melaut. Gelombang besar yang telah pecah menghantam perahu hingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan terbalik di sekitar Pos Tiga Balawista Pantai Pangandaran.
Salah seorang nelayan yang selamat, Warsono, mengatakan perahu sempat mundur saat menghadapi gelombang. Namun, gelombang susulan setinggi sekitar tiga hingga empat meter kemudian menghantam perahu hingga terbalik.
“Pas mau keluar, ombak sudah pecah. Perahu sempat mundur, tapi ada pecahan ombak lagi sekitar tiga sampai empat meter yang menghantam. Perahu langsung terbalik,” ujar Warsono.
Enam nelayan kemudian berenang menuju tepi pantai untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, Suprianto, warga Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, diduga terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.
Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian. Ketua SAR Baracuda, Sakio, mengatakan pencarian dilakukan dengan menyisir sekitar lokasi perahu terbalik.
“Kami langsung melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan. Kami menyisir di sekitar lokasi perahu terbalik, namun sampai sore korban belum ditemukan,” kata Sakio.
Menurut Sakio, kondisi gelombang yang cukup besar dan arus laut menjadi kendala dalam proses pencarian korban. Tim SAR akan terus melakukan pencarian hingga Suprianto ditemukan.
Keluarga korban juga masih menunggu kabar dari proses pencarian. Suasana haru sempat terjadi di lokasi ketika salah seorang adik korban pingsan dan harus dibopong oleh warga.
Petugas mengimbau para nelayan meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi cuaca serta gelombang sebelum melaut, terutama saat kondisi perairan tidak bersahabat.


Komentar