Bandung Raya Hukum Dan Kriminal Infrastruktur Jawa Barat
Home » Berita » Panic Button Bandung Dinilai Efektif, Warga Sebut Respons Petugas Lebih Cepat daripada Lapor ke Polsek

Panic Button Bandung Dinilai Efektif, Warga Sebut Respons Petugas Lebih Cepat daripada Lapor ke Polsek

Tombol Darurat Panic Button di Kawasan Asia Afrika Kota Bandung (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Keberadaan Panic Button di Kota Bandung dinilai efektif membantu masyarakat melaporkan berbagai kondisi darurat, mulai dari aksi pencopetan hingga kecelakaan lalu lintas.

Hingga kini, perangkat tersebut baru tersedia di dua lokasi, yakni kawasan Palestine Walk Alun-alun Bandung dan Lapangan Supratman.

Kepala Bidang Aplikasi Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi menjelaskan, masyarakat cukup menekan tombol yang tersedia untuk langsung terhubung dengan petugas di Bandung Command Center melalui komunikasi dua arah.

“Kalau untuk Panic Button sendiri di Pemkot Bandung baru ada dua titik, yaitu di kawasan Taman Palestine Walk Alun-alun Bandung dan di depan Lapang Supratman. Masyarakat cukup menekan tombol dan nanti akan terhubung langsung dengan petugas di Bandung Command Center melalui komunikasi dua arah,” kata Yusuf Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh operator Bandung Siaga 112 dengan mengoordinasikan penanganan kepada instansi terkait.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Pada saat petugas Bandung Siaga 112 menerima laporan, mereka langsung berkoordinasi dengan OPD maupun instansi vertikal terkait. Kalau laporan kejahatan, langsung dikoordinasikan dengan Polrestabes Bandung yang juga menempatkan personelnya di Bandung Command Center,” katanya.

Yusuf mengungkapkan, laporan yang diterima melalui Panic Button sudah cukup banyak. Kawasan Palestine Walk menjadi lokasi dengan jumlah laporan terbanyak karena tingginya aktivitas masyarakat di pusat Kota Bandung.

“Yang paling banyak itu di Taman Palestine karena berada di pusat kota. Laporannya beragam, mulai dari kecelakaan lalu lintas sampai tindak kejahatan seperti pencopetan,” ucapnya.

Selain digunakan untuk melaporkan kondisi darurat, Panic Button juga kerap dimanfaatkan wisatawan untuk meminta informasi karena dilengkapi fasilitas komunikasi dua arah.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Meski dinilai efektif, Pemkot Bandung masih mengkaji penambahan titik pemasangan Panic Button di lokasi lain.

“Kalau efektivitasnya sangat baik. Tinggal ke depan kami memikirkan penambahan titik pemasangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang jasa fotografer di kawasan Asia Afrika, Rizki Maulana Hermawan (29), mengaku sudah dua kali memanfaatkan Panic Button untuk melaporkan kejadian darurat.

“Sudah dua kali, waktu ada kejadian copet sama kecelakaan lalu lintas,” kata Rizki.

Ia mengatakan, petugas merespons laporan dengan cepat melalui pengeras suara yang terpasang di lokasi sebelum mengirimkan bantuan.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

“Langsung ada suara yang menyapa, ‘Ada yang bisa dibantu? Saya dari Dishub Kota Bandung.’ Responnya cepat dan langsung memberikan bantuan kepada pengunjung,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan Panic Button sangat membantu masyarakat maupun wisatawan yang berada di kawasan wisata Kota Bandung.

“Sangat membantu. Responnya lebih cepat dibanding kita harus melapor ke polsek terdekat,” pungkasnya.

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *