BANDUNG – Gelaran Asia Africa Festival (AAF) 2026 berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Bandung. Selama pelaksanaan festival pada 11–12 Juli 2026, tingkat hunian hotel di kawasan pusat kota meningkat signifikan hingga nyaris penuh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, berdasarkan komunikasi dengan Riung Priangan selaku asosiasi hotel, okupansi hotel berbintang empat dan lima di kawasan Jalan Asia Afrika dan Braga mencapai lebih dari 95 persen.
“Jadi bisa dibilang full house ya. Cuma untuk data lengkapnya kami masih menunggu hasil analisis,” kata Adi, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, tingginya tingkat hunian hotel menjadi indikator bahwa penyelenggaraan AAF berhasil menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi industri perhotelan di Kota Bandung.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Disbudpar telah menyiapkan sejumlah agenda pariwisata dan budaya dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya adalah event sepeda lipat berskala nasional yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung.
“Saya sebenarnya sudah mendapat laporan terkait beberapa event. Yang saya ingat, nanti ada event sepeda lipat nasional hasil kolaborasi Disbudpar dengan Dishub,” katanya.
Selain itu, Kota Bandung juga akan diramaikan dengan Festival Film Bandung yang diselenggarakan Forum Film Bandung. Adi mengatakan, saat ini rangkaian festival masih berlangsung, termasuk agenda pengumuman nominasi film-film terpuji.
“Kalau event-event yang melibatkan massa mungkin ada Forum Film Bandung ya. Itu yang mengadakan Festival Film Bandung, saat ini sedang berlangsung,” ucapnya.
Bandung juga dipastikan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Bandung Cinema yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Adi mengimbau masyarakat untuk memantau Calendar of Events Kota Bandung agar tidak ketinggalan informasi mengenai berbagai agenda pariwisata, seni, budaya, dan hiburan yang akan digelar sepanjang tahun.
(Mugni)


Komentar