BANDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung meningkatkan patroli selama 24 jam di sejumlah kawasan wisata dan pusat keramaian selama masa libur sekolah.
Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan yang memadati kawasan pusat kota.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, patroli dilakukan dalam tiga shift sehingga pengawasan berlangsung sepanjang hari, terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata.
“Kita ada monitor. Karena kita kan ada tiga shift, jadi dimonitor 24 jam, apalagi sedang liburan sekolah, terutama yang berada di kawasan perkotaan,” kata Bambang Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, patroli diperketat menyusul meningkatnya wisatawan di sejumlah kawasan wisata, terutama di jalan Asia Afrika. Pengawasan dilakukan agar aktivitas para pengunjung tetap aman, tertib, dan nyaman.
“Tadi juga saya lewat ke Jalan Asia Afrika, ternyata luar biasa juga pengunjung di sana. Jangan sampai kenyamanan para pengunjung ini terganggu dengan adanya beberapa pelanggaran, misalnya pengamen yang memaksa, foto yang memaksa, itu kan tidak diperkenankan,”katanya.
Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban, keselamatan, dan kebersihan selama berada di ruang publik.
“Pada prinsipnya kita menghimbau. Yang paling pokok jaga keselamatan, ketertibannya, kemudian jangan membuang sampah,” ucapnya.
Bambang menjelaskan, pengawasan difokuskan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas wisatawan, seperti Jalan Dalam Kaum, Alun-alun Bandung, Jalan Kepatihan, Jalan Asia Afrika, Braga Pendek, Braga Panjang, hingga Jalan Suniaraja.
“Pusat kota menjadi perhatian kita karena merupakan pusat pergerakan wisatawan,”jelasnya.
Tak hanya mengawasi aktivitas masyarakat, Satpol PP juga melakukan patroli khusus untuk menertibkan bangunan liar, kios, spanduk, baliho, banner, hingga reklame yang dipasang tidak sesuai aturan.
“Itu juga kita awasi, karena sesuai arahan Pak Gubernur tidak boleh ada pemasangan kembali di tempat-tempat perkotaan yang melanggar ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, patroli malam tetap dilakukan secara rutin, khususnya terhadap tempat hiburan malam. Selain menjadi agenda pengawasan menjelang hari besar keagamaan, patroli juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.
“Banyak juga pengaduan dari masyarakat. Ada beberapa tempat hiburan yang meresahkan ataupun disinyalir menjual minuman tidak berizin. Itu tetap kita tindak dan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar