Bandung Raya Jawa Barat
Home » Berita » Lebih Tertata dan Inklusif, Asia Afrika Festival 2026 Siapkan Barcode dan Layar Raksasa di Sejumlah Titik

Lebih Tertata dan Inklusif, Asia Afrika Festival 2026 Siapkan Barcode dan Layar Raksasa di Sejumlah Titik

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa (Mugni/GarudaJabar.tv)
BANDUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus mematangkan persiapan penyelengaraan Asia Afrika Festival (AAF) yang akan digelar pada 11–12 Juli 2026 mendatang.

Hingga saat ini, sebanyak 22 negara sahabat telah menyatakan akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan festival.

Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, Asia Afrika Festival tahun ini akan menghadirkan tiga agenda utama, yakni Asia Afrika Karnaval, Asia Afrika Corner, dan Asia Afrika Market.

“Asia Afrika Festival itu tanggal 11–12 Juli. Di dalamnya ada tiga subkegiatan. Pertama Asia Afrika Karnaval, kedua Asia Afrika Corner, dan ketiga Asia Afrika Market,” kata Adi Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, Asia Afrika Karnaval akan digelar pada Sabtu, 11 Juli 2026 sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB dengan konsep helaran yang terbuka bagi masyarakat.

Sementara itu, Asia Afrika Corner menjadi konsep baru yang dihadirkan tahun ini dengan fokus pertukaran budaya antarnegara Asia dan Afrika.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Kegiatan tersebut akan berlangsung di sejumlah titik kawasan Asia Afrika, mulai dari Gedung Merdeka, Museum KAA, Damai Art Space, Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), hingga Hotel Homan.

Di Damai Art Space, negara-negara peserta akan diberi ruang menampilkan pertunjukan teater, musik hingga film pendek. Sedangkan YPK akan difokuskan untuk pameran budaya dan Gedung Merdeka serta Museum KAA menjadi lokasi aktivasi kunjungan museum.

“Yang baru tahun ini adalah Asia Afrika Corner yang menghadirkan pertunjukan budaya secara lebih terstruktur,”katanya.

Adi menyebut, dalam pelaksanaan Asia Afrika Corner akan menerapkan sistem registrasi dan barcode sehingga arus pengunjung dapat terpantau dan aktivitas berlangsung lebih teratur.

“Untuk Asia Afrika Corner, pengunjung nantinya akan menggunakan sistem registrasi dan barcode agar pendataan lebih baik dan aktivitas lebih teratur,”ucapnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sementara untuk Asia Afrika Market akan dipusatkan di Jalan Braga Pendek dan menghadirkan festival kuliner, fashion serta booth UMKM. Menurut Adi, terdapat perubahan penataan lokasi dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu panggung pertunjukan di Taman Braga atau depan BJB. Tahun ini kita pusatkan di Braga pendek,” jelasnya.

Adi berharap, negara-negara sahabat dapat menghadirkan kuliner khas secara resmi sebagai bagian dari diplomasi budaya.

“Kami berharap negara-negara sahabat dapat menghadirkan kuliner khas negaranya secara resmi. Berdasarkan arahan Kementerian Luar Negeri, penyajian kuliner yang mewakili negara sebaiknya dilakukan oleh chef resmi atau perwakilan yang ditunjuk negara tersebut,”ujarnya.

Terkait persiapan pelaksanaan, Disbudpar terus melakukan koordinasi bersama berbagai pihak termasuk Kementerian Luar Negeri.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Adi menjelaskan, mekanisme partisipasi negara dilakukan melalui surat dari pemerintah kota kepada Kemenlu yang kemudian diteruskan dalam bentuk nota diplomatik.

“Sampai laporan terakhir sudah ada 22 negara yang menyatakan akan hadir. Kehadiran mereka masih bisa bertambah. Ada yang ikut karnaval dan ada juga yang berpartisipasi di kegiatan lain,”jelasnya.

Untuk memperluas akses masyarakat menikmati festival, Disbudpar juga menyiapkan konsep yang lebih inklusif.

Selain menambah titik pertunjukan, pihaknya juga akan memasang layar besar di sejumlah lokasi, termasuk Jalan Naripan, agar kemeriahan Asia Afrika Festival dapat dinikmati lebih banyak pengunjung.

“Tahun ini kami juga ingin lebih inklusif. Nantinya akan ada layar besar di beberapa titik, termasuk sekitar Jalan Naripan, sehingga masyarakat tetap bisa menikmati pertunjukan meski tidak berada dekat panggung utama,”pungkasnya.

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *