Bandung Raya Inspirasi Jawa Barat
Home » Berita » Lapas Perempuan Bandung Gelar Drama Kolosal “Ciung Wanara” Libatkan 400 Warga Binaan

Lapas Perempuan Bandung Gelar Drama Kolosal “Ciung Wanara” Libatkan 400 Warga Binaan

Proses latihan Tari untuk kegiatan Opera Kolosal Ciung Wanara.

BANDUNG — Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung menyiapkan pertunjukan drama kolosal berjudul “Ciung Wanara, Takdir yang Kembali” yang melibatkan 400 peserta. Pementasan berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di halaman Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung.

Pertunjukan mengangkat legenda Sunda Ciung Wanara dan menonjolkan nilai kejujuran, keadilan, keberanian, pengampunan, serta kepemimpinan berintegritas. Panitia memilih tema itu karena nilai-nilai tersebut sejalan dengan program pembinaan untuk membantu warga binaan memperbaiki diri dan kembali berperan di masyarakat.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menegaskan fungsi lapas sebagai ruang pembinaan, bukan hanya tempat menjalani hukuman.

“Setiap manusia berhak berubah dan bertumbuh. Drama kolosal ini memberi ruang bagi warga binaan menunjukkan potensi dan kreativitas mereka,” ujar Gayatri dalam keterangan pers.

Warga Binaan latihan Drama untuk Opera Kolosal Ciung Wanara

Hampir seluruh proses produksi berjalan mandiri. Warga binaan bersama petugas menjadi penulis naskah, pengelola produksi, penata artistik, penjahit kostum, penata rias, dan kru panggung. Keterlibatan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pertunjukan.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Kostum dan produk hasil pembinaan tampil nyata di panggung. Pakaian pemain menggunakan batik, ecoprint, dan shibori buatan warga binaan. Selain drama, panitia menggelar fashion show, pameran produk kerajinan tangan, hampers, dan makanan olahan hasil pelatihan keterampilan di dalam lapas.

Warga Binaan Perempuan berlatih angklung untuk ditampilkan pada Pagelaran Opera Kolosal Ciung Wanara

Pementasan juga menampilkan kesenian tradisional sebagai pengiring cerita, seperti permainan angklung, paduan suara, dan tari tradisional Sunda yang dilatih bersama seniman dari berbagai sanggar budaya. Penyelenggara berharap tampilnya seni tradisi sekaligus menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Acara melibatkan kolaborasi lintas pihak: lembaga pemasyarakatan, pemerintah, akademisi, budayawan, dan komunitas seni. Dukungan mitra datang dari Yayasan Belantara Budaya, Yayasan Budi Luhur, Inez Management, LKP Nuning, Ultima II, Mustika Ratu, dan STIKOM Bandung.

Latihan Fashion Show untuk kegiatan Opera Kolosal Pagelaran Ciung Wanara di tanggal 17 Juli 2026

Pihak Lapas menegaskan tujuan utama bukan sekadar memecahkan Rekor MURI, melainkan menghapus stigma terhadap warga binaan dan menunjukkan bahwa mereka berpotensi berkarya serta memberi manfaat jika diberi ruang pembinaan.

Pementasan terbuka untuk publik dan insan media. Masyarakat yang ingin menyaksikan Drama Kolosal “Ciung Wanara, Takdir yang Kembali” dapat datang pada Jumat, 17 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *