MAJALENGKA – Abdul Rozak (80), warga Desa/Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, menjalani masa tuanya dalam kondisi memprihatinkan. Selama kurang lebih lima tahun terakhir, ia hidup seorang diri di sebuah rumah tidak layak, tanpa pintu hingga atap, yang berdiri di tengah area persawahan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Rozak berada jauh dari permukiman warga. Untuk menuju ke tempat tersebut harus melewati jalan setapak di area sawah. Bangunannya tampak sudah lapuk dimakan usia dengan kondisi yang tidak lagi layak dihuni.
Rozak mengaku pernah bekerja di Bandung. Namun setelah istrinya meninggal dunia, ia memutuskan pulang ke kampung halamannya di Majalengka. Sejak saat itu, ia menjalani hidup seorang diri karena tidak memiliki anak.
Di usia yang telah menginjak 80 tahun, kondisi fisiknya terus menurun. Penglihatannya sudah tidak normal dan kemampuan berjalan juga terbatas. Meski demikian, ia tetap bertahan menjalani aktivitas sehari-hari seorang diri di rumah tersebut.
Untuk kebutuhan makan, Rozak kerap mendapat bantuan dari adiknya yang kini berusia sekitar 60 tahun. Sang adik secara rutin datang membawakan makanan dan membantu kebutuhan lainnya.
Ia mengaku selama tinggal di tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa setempat “Saya hidup sendiri, makan dikasih adik, rumah adik tidak cukup kalau saya tinggal disana,” kata Rozak di lokasi, Senin (29/6/2026).

Saat ditemui, suasana di sekitar rumah tampak sepi. Tidak ada rumah warga yang berdekatan dengan tempat tinggal Rozak. Hamparan sawah membentang di sekeliling bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berlindungnya.
Keterbatasan tempat tinggal membuat Rozak tidak dapat tinggal bersama keluarganya. Akibatnya, ia harus menjalani masa tua dalam kesendirian di rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun.
Kisah hidup Abdul Rozak kemudian mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk Polres Majalengka. Setelah bertahun-tahun hidup sendiri di tengah keterbatasan, lansia asal Majalengka itu akhirnya mendapat kesempatan untuk tinggal di tempat yang lebih layak dan dekat dengan keluarganya.
Saat mengetahui dirinya akan memiliki tempat tinggal yang lebih baik, Rozak tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan rasa syukur atas perhatian yang diterimanya di penghujung usia.
“Alhamdulillah, Lailaha illallah, Allahu Akbar,” ucapnya sambil menangis.
Sebagai bentuk kepedulian polri kepada Masyarakat yang membutuhkan, Jajaran Polsek Panyingkiran Polres Majalengka memberikan sejumlah bantuan , seperti bangunan rumah tempat tinggal dan paket sembako.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi Menyampaikan harapan dan doa semoga dengan adanya bantuan semoga kake Rozak bisa menikmati masa hidupnya dengan tenang dan tidak khawatir dengan cuaca panas dan hujan. (Ubay Rubaya)


Komentar