CIAMIS – Komunitas Gada Membaca bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis menggelar Mental Health Class selama tiga hari pada masa libur sekolah. Kegiatan ini diikuti 66 peserta yang terdiri atas pelajar SMP, SMA, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis serta Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Kelas tersebut menghadirkan psikolog Asri Nasrilah Alam, M.Psi., sebagai narasumber. Tiga materi utama yang dibahas ialah Mengenal Diri: Aku Siapa & Mau ke Mana?, Berdamai dengan Isi Pikiranku, dan Know Your Limits: Belajar Berkata “Tidak” dan Memiliki Batasan yang Sehat.
Pada sesi pertama, peserta diajak memahami pentingnya mengenal diri sebagai dasar menjaga kesehatan mental. Menurut Asri, proses mengenal diri mencakup pemahaman terhadap kelebihan, kekurangan, nilai hidup, potensi, hingga tujuan yang ingin dicapai. Kesadaran diri menjadi bekal untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengambil keputusan yang selaras dengan nilai yang diyakini.
Sesi kedua membahas hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Peserta dikenalkan pada konsep distorsi kognitif, yakni pola pikir yang kurang adaptif dan dapat memengaruhi emosi serta tindakan. Mereka juga mempelajari cara membangun pola pikir yang lebih sehat melalui refleksi diri, self-talk, journaling, serta membiasakan diri mengonsumsi hal-hal positif, termasuk membaca. Pada sesi ini, peserta mengikuti praktik art therapy untuk membantu mengenali dan mengekspresikan emosi.
Adapun sesi terakhir menyoroti pentingnya membangun batasan diri (healthy boundaries). Asri menjelaskan bahwa kemampuan mengatakan “tidak” bukan merupakan bentuk egoisme, melainkan bagian dari upaya menjaga diri tanpa mengabaikan hak orang lain. Peserta juga dikenalkan pada konsep traffic light boundaries serta metode komunikasi asertif T-I-D-A-K, yakni Tenangkan diri, Identifikasi kemampuan dan kebutuhan, Dengan jelas sampaikan keputusan, Akui orang yang meminta, dan Kasih alternatif apabila memungkinkan.
“Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi masalah, tetapi juga keberanian mengenal diri, mengelola pikiran, menerima emosi, serta membangun batasan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Asri.

Sejumlah peserta menilai materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pepi Sulastri, mahasiswa yang sedang menjalani libur kuliah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk tetap belajar sekaligus memulihkan kondisi emosional.
“Bagi saya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk tetap berkembang di tengah libur kuliah, sekaligus menambah wawasan dan mengobati hati yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Pelajar SMA, Thoriq Fauzan, juga menilai seluruh materi yang diberikan dekat dengan persoalan yang dihadapi remaja. Sementara itu, Iyus Nurmilah dan Rahayu, yang berprofesi sebagai guru, mengaku memperoleh sudut pandang baru dalam memahami diri, mengelola pikiran, serta membangun batasan yang sehat.
Relawan Komunitas Gada Membaca, Ghalib Anugrah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis dalam menghadirkan edukasi dan layanan psikologi yang mudah diakses masyarakat.
Menurut dia, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki budaya literasi yang baik, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan mental serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih bijaksana. (bieboy)


Komentar