BANDUNG – Sengketa lahan yang melibatkan SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, ternyata telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bahkan, aksi penggembokan gerbang sekolah oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris sudah terjadi hingga tiga kali.
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari mengatakan, persoalan tersebut sudah berlangsung sejak era Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.
“Kalau kejadian ini sudah beberapa kali. Sekarang itu yang ketiga kalinya digembok. Dari tahun 2000-an ke sini, zaman Pak Ridwan Kamil masih jadi wali kota, belum jadi gubernur,” kata Agus, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, sengketa yang tak kunjung selesai mulai berdampak terhadap kondisi psikologis siswa maupun tenaga pendidik. Karena itu, pihak sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat penggembokan terjadi demi menghindari tekanan mental pada anak-anak.
“Itulah yang kita khawatirkan, terutama dari Dinas Pendidikan juga seperti itu. Kenapa kita PJJ kan anak-anak, takutnya berdampak kepada mereka,” ujarnya.
Agus menjelaskan, informasi mengenai insiden penggembokan hanya disampaikan kepada orang tua siswa. Sementara kepada anak-anak, pihak sekolah memilih tidak menjelaskan secara rinci karena khawatir memengaruhi kondisi psikologis mereka.
“Yang kita informasikan hanya orang tua. Anak-anak tidak diinformasikan, karena kejadian ini bukan sekarang saja. Anak-anak angkatan sebelumnya juga pasti sudah tahu persoalan ini,” jelasnya.
Di tengah situasi tersebut, Agus mengaku tetap berusaha menjaga ketenangan meski secara pribadi merasakan tekanan sebagai pimpinan sekolah.
“Ya pasti tertekan. Tapi sebagai kepala sekolah saya harus bisa menenangkan guru-guru, masyarakat, dan lain sebagainya. Jadi saya berusaha tetap tenang,” ungkapnya.
Agus menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Bandung juga meminta pihak sekolah tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mencari solusi atas sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.
“Dari Dinas Pendidikan juga menganjurkan kepada kami untuk tenang karena kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar