Bandung Raya Jawa Barat
Home » Berita » Kemarau Mulai Terasa, Air Warga Bandung Timur Mulai Seret

Kemarau Mulai Terasa, Air Warga Bandung Timur Mulai Seret

Penjual Air Bersih Keliling di Wilayah Kekeringan di Kota Bandung (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Sejumlah wilayah di Kota Bandung mulai merasakan dampak musim kemarau. Kawasan Bandung Timur dan Utara, termasuk Ujungberung dan Cibiru, menjadi daerah yang paling berpotensi mengalami kekeringan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan Bandung bagian timur. Namun, kondisi tersebut sejauh ini masih dapat ditangani melalui distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

“Sampai sejauh ini kekeringan ada, tapi bisa teratasi dengan baik melalui distribusi tangki air di daerah-daerah. Tidak ada keluhan. Semuanya terpenuhi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung Senin (27/7/2026).

Farhan menyebut, persoalan ketersediaan air di Bandung Timur mulai terasa di tengah musim kemarau. Bahkan, keberadaan sumber mata air di kawasan tersebut turut dimanfaatkan mobil-mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air.

“Sudah mulai. Apalagi di sana ada sumber mata air yang dieksploitasi oleh tangki-tangki. Jadi untuk masyarakat memang ada yang seret, tapi aman sejauh ini,” katanya.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Menurutnya, Bandung Timur memang menjadi salah satu kawasan yang paling sering terdampak kekeringan ketika musim kemarau. Pemkot Bandung pun mengantisipasi kondisi tersebut dengan memasok air secara rutin ke wilayah yang membutuhkan.

“Hampir setiap hari minimal satu mobil tangki dikirim ke salah satu RW. Sejauh ini terpenuhi,” ucapnya.

Meski mulai terjadi kesulitan air, Farhan memastikan belum ada laporan yang menunjukkan kondisi darurat kekeringan di Kota Bandung.

“Belum ada laporan darurat. Memang biasanya di wilayah timur yang paling ramai,” ujarnya.

Farhan mengungkapkan, kondisi serupa juga pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Saat itu, Pemkot Bandung mengandalkan distribusi air menggunakan tangki untuk menjaga kebutuhan warga tetap terpenuhi.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

“Tahun lalu ada, tapi kita bisa tangani dengan tangki,” ungkapnya.

Selain pasokan air melalui mobil tangki, Pemkot Bandung juga mendapat dukungan penyediaan sarana air bersih (SAB) dari berbagai pihak. Salah satunya berasal dari TNI Angkatan Darat serta dukungan melalui aspirasi anggota DPRD.

“Untuk SAB juga kita dibantu TNI AD. Banyak pisan, alhamdulillah,” katanya.

Farhan menambahkan, distribusi air menggunakan mobil tangki dilakukan oleh PDAM Kota Bandung. Sementara penyediaan sarana air bersih berasal dari berbagai sumber.

“Kalau tangki dari PDAM. Kalau SAB dari berbagai macam sumber,” pungkasnya.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *