Ciamis, garudajabar.tv – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat yang sumber airnya berada jauh dari permukiman.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Polres Ciamis membangun jaringan pipanisasi sepanjang kurang lebih 300 meter di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.
Sebelum adanya jaringan pipa, warga harus menempuh medan menurun untuk mengambil air dari salah satu sumber yang masih tersedia. Air tersebut kemudian dibawa secara manual menggunakan ember untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi semakin sulit ketika musim kemarau tiba. Sejumlah sumur milik warga mengalami kekeringan sehingga masyarakat semakin bergantung pada satu-satunya sumber air yang masih mengalir.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, pembangunan pipanisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Hari ini kita dari jajaran Polres Ciamis membantu masyarakat di Desa Mekarjadi, dengan memasang saluran pipa atau pipanisasi kurang lebih sepanjang 300 meter,” ujar AKBP Eko Iskandar.
Menurutnya, selama ini warga harus naik turun menuju sumber air sambil membawa ember. Kondisi tersebut menjadi semakin berat saat musim kemarau.
“Sehari-hari masyarakat harus naik turun dari atas ke bawah membawa ember. Apalagi ini musim kering, sehingga sangat kesulitan. Kita membantu memasang saluran pipa sehingga memudahkan masyarakat mengakses sumber air,” katanya.

Pipanisasi sepanjang sekitar 300 meter tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 80 kepala keluarga atau kurang lebih 400 jiwa.
Bagi warga, bantuan tersebut sangat berarti. Salah seorang warga Desa Mekarjadi, Ajat Sudrajat, mengaku bersyukur karena akses terhadap air bersih kini menjadi lebih mudah.
“Sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Ciamis yang telah membantu kami, khususnya warga Desa Mekarjadi, untuk lebih mempermudah kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujar Ajat.
Ia mengatakan, selama ini masyarakat sangat bergantung pada satu sumber air yang lokasinya berada cukup jauh di bawah permukiman.
Sebelum pipanisasi dibangun, warga bahkan harus berbondong-bondong mendatangi sumber air dan mengangkutnya secara manual. Kondisi tersebut cukup menyulitkan, terutama bagi warga lanjut usia karena medan yang harus dilalui cukup menurun.
Dengan adanya pipanisasi, warga berharap akses air bersih dapat terus dimanfaatkan dan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah yang akses sumber airnya masih terbatas.
(BIEBOY)


Komentar