Ekonomi Dan Bisnis Health & Fitness
Home » Berita » Keluarga Risiko Stunting di Bandung Raya jadi Perhatian BKKBN Jabar di Idul Adha tahun 2026 ini

Keluarga Risiko Stunting di Bandung Raya jadi Perhatian BKKBN Jabar di Idul Adha tahun 2026 ini

Bandung, garudajabar — Idul Adha 2026 ini ada sedikit berbeda bagi seluruh Karyawan BKKBN Provinsi Jawa Barat, dimana semangat beribadah lebih ditekankan dalam konsep pelaksanaannya.

“Kalau kurban biasanya sifatnya individu, tapi untuk kegiatan BKKBN ini ritualnya kurban, substansinya adalah sedekah. Teman-teman penyuluh KB dan ASN bersedekah untuk membantu keluarga risiko stunting,” kata Dadi.

BKKBN Jabar menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing hasil gotong royong para penyuluh KB dan aparatur sipil negara (ASN). Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan secara swadaya dengan nominal bervariasi mulai dari Rp5.000.

 

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi. penyaluran daging kurban tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan protein hewani bagi keluarga sasaran.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Pada Idul Adha tahun ini, perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Barat menyalurkan daging kurban kepada ratusan keluarga risiko stunting (KRS) di Kota Bandung dan Kota Cimahi, pada Kamis 28 Mei 2026. Daging kurban didistribusikan kepada 400 keluarga risiko stunting di Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Menurut Dadi, pemberian daging kurban dipilih karena protein hewani memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan dan penanganan stunting. “Biasanya kami memberikan bantuan telur, sekarang lebih konkret dalam bentuk daging. Karena masih banyak keluarga risiko stunting yang belum mendapatkan daging kurban,” ujarnya. Ia menyebut, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya satu ekor sapi dan tiga hingga empat ekor kambing.

“Alhamdulillah ada peningkatan karena adanya sedekah dari teman-teman penyuluh. Persiapannya juga hanya sekira seminggu,” katanya. Selain penyaluran daging kurban, BKKBN Jabar juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi.

Dadi mengatakan, prevalensi stunting di Jawa Barat saat ini berada di kisaran angka 12,9 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat turun hingga di bawah 10 persen.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

“Kita optimistis stunting di Jawa Barat bisa turun signifikan. Sekarang intervensinya lebih terukur karena sudah berbasis by name by address,” katanya.

Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar lokus stunting di Jawa Barat dinilai mulai menunjukkan dampak positif, khususnya di wilayah Bandung Raya.

Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah penerima manfaat program MBG 3B di Jawa Barat saat ini mencapai sekira 1,4 juta orang. “Di Bandung Raya penurunannya lumayan, sekira 10 persen. Mudah-mudahan hasil survei nanti juga menunjukkan penurunan signifikan,” ujar Dadi. Lanjutnya semoga program “Sedekah Genting, Berbagi Daging” untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kota Bandung dan Kota Cimahi dapat terus berlanjut dan dapat ditingkatkan penyebarannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *