Pangandaran, garudajabar.tv – Tidak semua keluhan kesehatan dapat ditangani dengan menunggu jadwal pemeriksaan di poliklinik. Kondisi tertentu membutuhkan pertolongan medis segera melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam kegiatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar RSUD Pandega Pangandaran di ruang tunggu Poliklinik lantai 3, Kamis (17/9/2026).
Edukasi kesehatan tersebut disampaikan dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Razlifa Rasya Nafisyah, kepada pasien dan keluarga yang sedang menunggu pelayanan di poliklinik.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Razlifa mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda kondisi kesehatan yang tergolong darurat sehingga tidak terlambat mendapatkan pertolongan.
Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan tanda bahaya, kejang dan penurunan kesadaran. Ketiga kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis segera.
Menurut dr. Razlifa, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar untuk membedakan keluhan yang masih dapat ditangani melalui pelayanan poliklinik dengan kondisi yang membutuhkan penanganan di IGD.
“Kejang, misalnya, perlu mendapat perhatian khusus, terlebih apabila terjadi pada seseorang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat kejang atau disertai kondisi lain yang mengkhawatirkan,” katanya.
Begitu pula dengan penurunan kesadaran. Kondisi ketika seseorang sulit dibangunkan atau tidak memberikan respons seperti biasanya merupakan keadaan yang tidak sebaiknya ditunda penanganannya.
Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya RSUD Pandega untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Dengan mengenali tanda bahaya sejak awal, masyarakat diharapkan tidak terlambat membawa pasien ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kegawatdaruratan.
Melalui program NGOBATAN, RSUD Pandega Pangandaran juga terus membuka ruang edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan edukasi di ruang tunggu tersebut sekaligus menjadi sarana bagi tenaga medis untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga.
RSUD Pandega mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi tubuh yang mendadak, terutama apabila muncul kejang, penurunan kesadaran, atau tanda bahaya lainnya. Dalam kondisi yang mengkhawatirkan, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis dan mendatangi IGD.


Komentar