Bandung Raya Infrastruktur Jawa Barat
Home » Berita » Jalur BRT Jadi Prioritas, Dishub Kota Bandung Minta Gapura Pasar Baru Disesuaikan

Jalur BRT Jadi Prioritas, Dishub Kota Bandung Minta Gapura Pasar Baru Disesuaikan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memastikan seluruh proyek penataan infrastruktur dan kawasan publik harus terintegrasi dengan rencana operasional Bus Rapid Transit (BRT).

Hal itu dilakukan agar pembangunan yang berlangsung saat ini tidak menghambat layanan transportasi massal yang tengah dipersiapkan.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan Pasar Baru. Di kawasan tersebut, pengelola berencana membangun gapura sebagai penanda kawasan ekonomi yang harus menyesuaikan dengan koridor operasional BRT.

“Makanya dalam menyusun atau membuat gapura di depan itu harus berkoordinasi dengan tim BRT. Karena nanti di situ akan menjadi jalur operasional bus. Minimal ketinggiannya sekitar 4,2 meter,” kata Rasdian, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi hal penting agar bangunan maupun fasilitas pendukung di sepanjang koridor BRT tidak mengganggu operasional bus saat layanan mulai berjalan.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Rasdian menjelaskan, Dishub telah menetapkan standar ruang bebas pada jalur BRT untuk menjamin keselamatan. Struktur yang dibangun di atas koridor bus harus memiliki ketinggian yang memadai agar tidak berpotensi tertabrak armada.

“Kalau dibuat terlalu rendah, misalnya di bawah 4,5 meter, dikhawatirkan bus bisa menabrak. Karena itu minimal ketinggian yang kami tetapkan sekitar 4,2 meter,” katanya.

Lebih lanjut Rencana mengatakan, pembangunan gapura di Pasar Baru bertujuan menjadi penanda kawasan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, desain maupun penempatannya harus tetap selaras dengan kebutuhan transportasi publik di masa mendatang.

Selain penataan kawasan pusat kota, Dishub juga menyiapkan Terminal Antapani sebagai salah satu simpul pendukung jaringan BRT. Terminal tersebut nantinya akan difungsikan sebagai end station atau stasiun akhir bagi rute tertentu, bukan sebagai depo utama.

“Terminal Antapani ini akan menjadi end station atau stasiun kecil. Jadi hanya untuk mendukung operasional BRT, bukan terminal penuh. Kalau fasilitas utama itu berada di depo,” pungkasnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *