Bandung, Garudajabar.tv — Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 kembali digelar di Kota Bandung untuk mendorong pelaku usaha garmen, konveksi, dan digital printing meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi produksi.
Pameran teknologi produksi dan dekorasi pakaian tersebut berlangsung di Bandung Convention Center (BCC) pada 2–5 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow IAPE di sejumlah kota di Indonesia.
Manajer IAPE Bryan Arsaha mengatakan, penyelenggaraan di Bandung merupakan gelaran ke-11 dan menjadi bagian dari rangkaian pameran yang sebelumnya digelar di Solo, Surabaya, dan Makassar.
“Di Bandung merupakan kali ke-11 dan masuk ke dalam rangkaian roadshow IAPE yang berlangsung di beberapa kota di Indonesia,” ujar Bryan.
Menurut Bryan, IAPE menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi yang dapat menunjang proses produksi sekaligus menjawab kebutuhan pasar.
IAPE 2026 diikuti sekitar 20 perusahaan yang bergerak di bidang penunjang industri garmen. Peserta pameran dapat memperoleh informasi mulai dari jenis bahan, penggunaan mesin produksi, hingga teknologi yang dapat diterapkan untuk menghasilkan produk apparel.

Mesin cetak dengan teknologi terbaru dalam pameran IAPE 2026
Perkembangan teknologi digital printing juga menjadi salah satu fokus pameran. Sejumlah teknologi yang diperkenalkan antara lain sublimasi, Direct to Film (DTF), dan Direct to Garment (DTG).
Selain pameran, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi penggunaan mesin serta mengikuti sesi diskusi bersama praktisi industri.
Bryan berharap kegiatan tersebut dapat membantu pelaku usaha, entrepreneur, maupun calon pengusaha yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis di bidang garmen, konveksi, dan digital printing.
“Saya berharap terutama pengusaha, entrepreneur yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya di bidang garmen, konveksi, serta digital printing,” katanya.
Menurutnya, perkembangan teknologi produksi juga membuka peluang bagi munculnya bisnis fashion berbasis komunitas dan hobi, seperti running, riding, serta berbagai komunitas olahraga yang membutuhkan jersey dan apparel.
“Sehingga nantinya ini bisa menjadi pemantik peluang bisnis fashion baru berbasis hobi seperti running, riding dan komunitas olahraga lain yang membutuhkan jersey, dan apparel penunjang lainnya,” ujar Bryan.


Komentar