KARAWANG — Kawasan pesisir Pantai Utara Karawang, Jawa Barat, kembali dicemari oleh tumpahan yang diduga minyak mentah (oil spill). Material berbahaya tersebut tampak mengotori sepanjang garis pantai dan meresahkan masyarakat pesisir setempat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (26/8/2026), fenomena ini terjadi sejak tiga hari terakhir, tepatnya di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Butiran-butiran berwarna hitam yang diduga kuat terbawa ombak laut Karawang sejak Senin malam tersebut melumuri area pesisir.
Warga setempat menduga bahwa material limbah minyak mentah yang mencemari pantai mereka berasal dari kebocoran pipa milik Pertamina di area lepas pantai. Kondisi di lokasi makin memprihatinkan saat siang hari karena material limbah yang semula berbentuk gumpalan padat perlahan meleleh akibat terpapar panas sinar matahari dan mengeluarkan aroma bau menyengat.
Salah seorang warga setempat, Buler, menuturkan bahwa tumpahan limbah tersebut mulai mengotori pemukiman dan pesisir sejak awal pekan.
“Butiran minyak ini terbawa ombak sejak Senin malam. Awalnya bentuknya bulat-bulat kecil, tapi pas kena panas matahari langsung meleleh dan baunya menyengat sekali. Kami sangat terganggu,” ujar Buler di lokasi kejadian.
Senada dengan Buler, warga lainnya, Ranta, mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap dampak kesehatan akibat bau menyengat yang ditimbulkan oleh limbah cair tersebut, terutama bagi anak-anak.
“Baunya menusuk hidung dan bikin pusing. Kalau dibiarkan terus, kami takut ini mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak kecil yang tinggal di sekitar pantai,” kata Ranta.
Bagi masyarakat pesisir Desa Cemarajaya, munculnya kembali limbah oil spill ini seakan membuka memori trauma atas peristiwa serupa yang pernah melanda wilayah mereka pada tahun 2019 lalu, di mana dampak pencemaran melumpuhkan aktivitas dan perekonomian warga.
Merespons kondisi ini, warga mendesak pihak pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan sumber kebocoran. Masyarakat juga meminta langkah pembersihan secepatnya agar kerusakan ekosistem pesisir tidak semakin parah.


Komentar