Bandung Raya Hukum Dan Kriminal Jawa Barat
Home » Berita » Gerbang SDN 026 Bojongloa Kembali Dibuka, Orangtua Masih Cemas Digembok Lagi

Gerbang SDN 026 Bojongloa Kembali Dibuka, Orangtua Masih Cemas Digembok Lagi

Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Kota Bandung Kembali Bersekolah Setelah Sebelumya Gerbang Sekolah di Gembok Oleh Pihak Ahli Waris (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kota Bandung, kembali berjalan normal setelah gerbang sekolah yang sebelumnya digembok pihak ahli waris kini telah dibuka kembali.

Meski demikian, kekhawatiran masih dirasakan sejumlah orangtua siswa. Mereka berharap persoalan sengketa yang melibatkan sekolah tersebut segera menemukan solusi agar proses pendidikan anak tidak kembali terganggu.

Orangtua siswa SDN 026 Bojongloa, Eva Agustaviani (43) mengatakan, dirinya bersyukur aktivitas sekolah kembali normal. Namun, ia mengaku tidak keberatan apabila pemerintah harus memindahkan siswa ke sekolah lain untuk sementara waktu.

“Rutinitasnya bisa normal lagi. Kalau pindah juga enggak masalah. Jalan kaki masih bisa, naik angkot juga bisa. Yang penting anaknya bisa sekolah,” kata Eva saat ditemui dilokasi Jumat (7/8/2026).

Eva mengatakan kekhawatiran penggembokan kembali tetap ada. Terlebih, lokasi sekolah berada di kawasan jalan raya sehingga ia khawatir keselamatan anak-anak jika kembali terjadi gangguan terhadap aktivitas sekolah.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Khawatir, apalagi kan di sini jalan raya. Kalau ada apa-apa, anak-anak takutnya ada hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, orangtua siswa lainnya, Irma Aprianti (31), berharap kedatangan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ke SDN 026 Bojongloa dapat membawa solusi bagi persoalan yang terjadi.

“Semoga ada jalan keluarnya. Pak Farhan sudah ke sini, semoga klarifikasinya membuahkan hasil bagi SD 026 Bojongloa,” kata Irma.

Irma mengaku sangat sedih ketika anaknya harus pulang setelah sekolah sebelumnya digembok. Anaknya yang masih duduk di kelas 1 bahkan sempat mempertanyakan kondisi sekolahnya.

“Sedih banget anak saya pulang lagi. Anak nanya, ‘Bagaimana ini sekolahnya tutup?’ Kata saya sabar saja, semoga ada jalan keluarnya,” ungkapnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Menurut Irma, anaknya masih baru bersekolah di SDN 026 Bojongloa. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut tidak sampai mengganggu pendidikan anak-anak.

Ia pun tidak keberatan jika anaknya untuk sementara dipindahkan ke SDN 148 selama pemerintah menyiapkan solusi atas sengketa SDN 026 Bojongloa.

“Enggak masalah sih, asal ada tempat yang layak saja dan yang penting anak bisa sekolah. Anak saya baru kelas 1, makanya kasihan. Yang penting mereka bisa belajar saja, apalagi sekolah Bojongloa ini favorit,” katanya.

Meski jarak menuju sekolah baru menjadi pertimbangan, Irma mengatakan hal tersebut tetap harus diterima jika memang menjadi solusi agar anak-anak tetap bisa belajar.

“Masalah sih, tapi mau bagaimana lagi, tempatnya kan di sini sudah sengketa,” ucapnya.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *