Nasional
Home » Berita » Gegap Gempita Pahlawan Keluarga Ciamis Sambut Kunjungan Wihaji

Gegap Gempita Pahlawan Keluarga Ciamis Sambut Kunjungan Wihaji

Ciamis, garudajabar.tv -wajah sumringah hiasi aula Islamic Center Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9), ketika kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) berjumpa langsung dengan panglimanya. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN Wihaji.

Tak hanya jumpa, para kader mendapatkan ilmu berharga tentang cara-cara pendampingan keluarga oleh Kementerian yang belum genap dua tahun belakangan ini bertransformasi dari lembaga bernama BKKBN.

“Pak Presiden memerintah saya untuk bergerak langsung. Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, terjun langsung ke masyarakat, selesaikan masalah dengan cepat,” jelas Wihaji.

Karenanya Wihaji berpesan pada para kader pendamping keluarga akan tugas mulia mereka mendampingi keluarga-keluarga Indonesia. “Siapa saja yang harus didampingi agara keluarga Indonesia bebas dari ancaman stunting?”

Wihaji menyebutkan siklus hidup yang ada pada manusia, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi usia dua tahun, bayi usia lima tahun, remaja dan lansia.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Semuanya menjadi urusan negara yang diamanatkan kepada kami, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN. Tentu saja kami akan upayakan semua secara bertahap dan berkelanjutan,” lanjut Wihaji.

Di sela-sela mendampingi Menteri Wihaji, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat menjelaskan bahea selain bertemu para kader, agenda di Ciamis adalah melihat langsung keluarga berisiko stunting (KRS).

” Ada dua KRS yang dikunjungi Pak Menteri Wihaji,” jelas Dadi. Mereka yang selama ini menjadi sasaran program intervensi. Beberapa risiko yang sudah kami identifikasi di antaranya adalah soal jamban sehat, sanitasi, kerentanan ekonomi, hingga soal paparan asap rokok dalam keluarga.

“Dengan melihat langsung masalah di lapangan, kami yakin penyelesaian masalahnya bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Dadi.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *