CIAMIS – Nasib apes menimpa seorang pemilik gubuk sawah di Dusun Sambungjaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Akibat lalai mematikan tungku api sebelum pulang, bangunan semi permanen miliknya ludes terbakar diamuk si jago merah pada Senin (13/7/2026) malam. Hembusan angin yang kencang di area persawahan membuat api dengan sangat cepat meratakan bangunan tersebut.
Kebakaran pertama kali disadari oleh seorang warga sekitar bernama Yayat Hidayat sekitar pukul 18.40 WIB. Melihat kobaran api yang kian membesar di tengah kegelapan sawah, Yayat langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari.
Menerima laporan darurat pada pukul 18.48 WIB, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat. Tiga personel Damkar Pos WMK Banjarsari dikerahkan ke lokasi menggunakan satu unit armada pemadam.
”Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.02 WIB dengan respons waktu sekitar 14 menit. Kami langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas ke area sekitar,” ujar Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, Selasa (14/7/2026).
Penyebab Kebakaran: Berdasarkan pemeriksaan awal, pemilik gubuk diduga lupa memadamkan bara api di tungku sebelum pulang ke rumah. Angin malam yang berembus kencang di area terbuka langsung memicu bara tersebut menjadi kobaran api besar yang melahap habis bangunan berukuran 4 x 4 meter itu.
Setelah berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran total pada pukul 20.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 20.08 WIB guna memastikan tidak ada bara tersembunyi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini karena gubuk dalam kondisi kosong. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp8 juta karena seluruh struktur bangunan dan isinya hangus tak bersisa.
Dalam proses evakuasi ini, petugas Damkar juga dibantu oleh Polsek Pamarican, Koramil Pamarican, aparat kecamatan dan desa, Tagana, serta Relawan Ciamis Selatan (RCS). Sembari memadamkan api, petugas juga memberikan edukasi kepada warga sekitar agar selalu waspada dan memastikan kompor atau tungku benar-benar padam sebelum meninggalkan area persawahan. (bieboy)


Komentar