TASIKMALAYA – Youth Environment Solution (YES) kembali menghadirkan ruang belajar kreatif melalui kegiatan Ecotalks Phase 5: Eco Crafting yang digelar di Siloka Lab Juanda, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 40 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga ibu rumah tangga, mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami proses pemilahan bahan, teknik pengolahan tutup botol bekas, hingga praktik langsung membuat keychain dengan desain yang unik dan menarik.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan bahwa limbah plastik tidak selalu berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Akbil, mengatakan Ecotalks dirancang sebagai ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara langsung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa mengelola sampah bisa dimulai dari hal-hal sederhana di rumah. Harapannya, semakin banyak anak muda yang tertarik mengolah sampah secara mandiri dan melihat bahwa limbah juga dapat diubah menjadi produk kreatif yang bernilai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Youth Environment Solution, Lovina Maulidya, menuturkan bahwa Ecotalks merupakan bagian dari upaya membangun budaya ekonomi sirkular di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin Eco Crafting tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari. Ke depan, YES berharap dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan produk hasil daur ulang hingga memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai usaha kreatif. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Lovina.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang peserta, Enin Tursini, mengaku mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru melalui pelatihan tersebut.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru, apalagi bisa belajar bersama anak-anak muda. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan insyaallah akan saya coba praktikkan di rumah. Ternyata membuat kerajinan dari limbah tidak mudah dan membutuhkan perjuangan serta ketelatenan. Namun, saya yakin jika terus belajar, hasilnya bisa menjadi produk yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai jual,” tuturnya.
Melalui Ecotalks Phase 5, YES berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan memiliki nilai tambah. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus melihat limbah sebagai sumber daya yang bernilai.
Dengan pelatihan semacam ini, YES ingin memperkuat ekosistem usaha kreatif berbasis daur ulang di Kota Tasikmalaya sehingga pengelolaan sampah tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


Komentar