Bandung Raya Infrastruktur Jawa Barat
Home » Berita » Depot BRT Cicaheum Rampung, Puluhan Bus Besar Segera Masuk, Tinggal Tunggu Operator

Depot BRT Cicaheum Rampung, Puluhan Bus Besar Segera Masuk, Tinggal Tunggu Operator

Kondisi Terminal Cicaheum Kota Bandung (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicaheum telah siap digunakan.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tinggal menunggu pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebelum depo mulai beroperasi.

Farhan menyebut, bahwa kawasan Terminal Cicaheum kini telah dikosongkan. Seluruh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di lokasi juga telah direlokasi dan menerima kompensasi.

“Depot Cicaheum sudah siap. Kita lagi menunggu kemungkinan untuk menjadikan Stasiun Hall juga sebagai depo. Kalau itu jadi, keren sih,” kata Farhan Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, tahap berikutnya adalah pemasangan SPKLU yang akan mendukung operasional armada bus listrik.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Sudah kosong sekarang. Tinggal masuk SPKLU saja. Ada beberapa SPKLU dari Korea yang akan masuk ke sana. Penanganannya lumayan,”katanya.

Farhan menjelaskan, para pedagang yang sebelumnya menempati kawasan Cicaheum telah mendapatkan kompensasi, mengingat sebagian besar berstatus penyewa kios.

“Sudah selesai. Cicaheum kita sudah berikan kompensasi, karena mereka rata-rata ngontrak. Sudah kita berikan kompensasi,”ucapnya

Lebih lanjut Farhan mengatakan, bahwa bangunan kios di area tersebut kini dibongkar untuk memberi ruang bagi fasilitas depo BRT.

“Iya, dibongkar. Karena nanti kan buat depo,”jelasnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Farhan mengungkapkan, armada yang akan dioperasikan diperkirakan menggunakan bus berukuran besar dengan kapasitas sekitar 50 penumpang. Puluhan unit bus nantinya akan ditempatkan di depo Cicaheum.

“Ada puluhan bus di sana. Kayaknya kita pakai bus yang besar akhirnya. Yang isinya sekitar 50 penumpang,”ujarnya.

Meski infrastruktur depo hampir rampung, Farhan mengaku masih menunggu kepastian mengenai model pengelolaan operasional BRT. Menurutnya, terdapat kemungkinan perubahan dari rencana awal yang akan melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai operator.

“Itu dia yang lagi saya deg-degan. Model transportasi bersama para operatornya saya lagi menunggu. Tadinya rencananya akan dilakukan oleh BUMD, tapi kayaknya ada perubahan,”ungkapnya.

Farhan berharap kepastian mengenai pengelolaan tersebut dapat diperoleh dalam waktu dekat sehingga operasional BRT Bandung Raya dapat segera direalisasikan.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

“Mudah-mudahan hari ini saya sudah bisa dapat kepastian,” pungkasnya.

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *