Tasikmalaya, garudajabar.tv — Bukan sekadar duduk mendengarkan teori, puluhan siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah, Tasikmalaya, langsung ditantang mengenal dunia jurnalistik hingga mencoba menjadi presenter di depan kamera.
Momen tersebut berlangsung dalam pelatihan jurnalistik yang menghadirkan Ketua IJTI Galuh Raya sekaligus jurnalis Metro TV, Yosep Trisna, Jumat (2/10/2026).
Bertempat di Aula SMA Islam Tarbiyatul Ummah, kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB itu diikuti siswa kelas X, XI, dan XII, khususnya anggota Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Multimedia.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka tidak hanya mendapatkan materi tentang dunia jurnalistik, tetapi juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan kamera.
Di hadapan kamera, para siswa belajar bagaimana menyampaikan informasi secara jelas, percaya diri, dan menarik. Praktik tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan untuk mengasah keberanian dan kemampuan komunikasi mereka.
Dalam pemaparannya, Yosep Trisna mengenalkan berbagai dasar jurnalistik, mulai dari menentukan informasi yang memiliki nilai berita, menggali fakta, melakukan wawancara, menyusun berita hingga memahami proses peliputan.
Ia menekankan bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar mampu menulis atau berbicara di depan kamera. Seorang jurnalis dituntut mampu mencari, mengolah, memverifikasi, serta menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab.
“Jurnalistik bukan hanya tentang bagaimana membuat berita, tetapi juga bagaimana mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab,” ujar Yosep.
Menurutnya, pengenalan jurnalistik sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal bagi siswa untuk membangun keberanian bertanya, kemampuan berkomunikasi, sekaligus berpikir kritis.
Terlebih, perkembangan teknologi dan media digital membuat masyarakat semakin mudah memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.
Karena itu, Yosep mendorong para siswa agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya digital yang positif dan bermanfaat.
Namun, kemampuan membuat konten, menurutnya, perlu dibarengi pemahaman terhadap etika serta kebiasaan melakukan verifikasi sebelum informasi disebarluaskan kepada publik.
Dorong Siswa Aktif Berkarya
Ketua Yayasan SMA Islam Tarbiyatul Ummah, H. Otong Koswara, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.
Ia berharap pengetahuan jurnalistik dan televisi yang diperoleh para siswa dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah, khususnya melalui Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Multimedia.
“Kami berharap para siswa bisa menyerap ilmu yang disampaikan oleh Ketua IJTI Galuh Raya. Nantinya, ilmu jurnalistik dan televisi yang didapatkan dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah,” kata Otong.
Ia juga berharap perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif oleh siswa untuk menghasilkan konten yang kreatif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, mulai dari komunikasi, observasi, berpikir kritis, wawancara, menulis, fotografi, videografi hingga presentasi di depan kamera.
Ke depan, Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Multimedia SMA Islam Tarbiyatul Ummah diharapkan semakin aktif melahirkan karya dalam berbagai format, mulai dari tulisan, foto, video hingga konten jurnalistik berbasis digital.
Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kemampuan memilah fakta dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Dari ruang kelas hingga depan kamera, para siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah mulai mengenal bahwa menjadi jurnalis bukan hanya soal tampil dan berbicara, tetapi juga berani mencari fakta, kritis terhadap informasi, serta bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan kepada publik.


Komentar