Bandung Raya Jawa Barat
Home » Berita » Bojongloa Kaler Jadi Kecamatan dengan Pemain Judol Terbanyak di Bandung, Deposit Rp22,3 Miliar

Bojongloa Kaler Jadi Kecamatan dengan Pemain Judol Terbanyak di Bandung, Deposit Rp22,3 Miliar

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Semester I 2025 menempatkan Kecamatan Bojongloa Kaler sebagai kecamatan dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Kota Bandung, Bahkan wilayah tersebut berada di  peringkat ke-10 nasional dengan total 5.090 pemain -Ist- (Mugni/GarudaJabar.tv)

BANDUNG – Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Semester I 2025 menempatkan Kecamatan Bojongloa Kaler sebagai kecamatan dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Kota Bandung, Bahkan wilayah tersebut berada di  peringkat ke-10 nasional dengan total 5.090 pemain.

PPATK mencatat, total nilai transaksi deposit pemain judol di Kecamatan Bojongloa Kaler mencapai Rp22,3 miliar.

Menanggapi temuan tersebut, Camat Bojongloa Kaler Asmara Hadi membenarkan data yang dirilis PPATK. Menurutnya, tingginya jumlah pemain judi online di wilayahnya dipengaruhi berbagai faktor dan tidak dapat disederhanakan hanya pada satu penyebab.

“Betul, berdasarkan data PPATK, Kecamatan Bojongloa Kaler tercatat berada di urutan ke-10 nasional sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, yakni sebanyak 5.090 orang. Di Kota Bandung, Bojongloa Kaler menjadi kecamatan dengan jumlah pemain tertinggi,” kata Asmara Hadi saat dihubungi Jumat (17/7/2026).

Asmara menilai, tingginya angka tersebut diduga dipengaruhi kepadatan penduduk yang tinggi, kemudahan akses internet, meningkatnya literasi digital, hingga kerentanan ekonomi masyarakat perkotaan yang membuat sebagian orang tergiur mencari keuntungan instan melalui judol.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Asmara menjelaskan, bahwa penanganan judol harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kecamatan.

Menurutnya Asmara, persoalan tersebut merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, hingga berbagai lembaga terkait.

“Upaya penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui pembinaan mental, spiritual, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadikan judi online sebagai jalan pintas untuk memperoleh penghasilan,” katanya.

Berdasarkan Peta Episentrum PPATK Semester 1 2025 Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama dengan 103.092 pemain dan nilai transaksi deposit sebesar Rp 414,4 miliar. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan transaksi deposit mencapai Rp 606,6 miliar, disusul Jakarta Timur dengan 81.750 pemain dan transaksi deposit mencapai Rp 425,9 miliar.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sementara itu, Kota Bandung tercatat memiliki 80,549 pemain judi online dengan total transaksi deposit mencapai Rp 341,7 miliar.

Pada tingkat Kecamatan Bojongloa Kaler berada di urutan ke-10 dengan 5.090 pemain dan jumlah transaksi deposit mencapai Rp 22,3 miliar. Di atasnya ada Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dengan 5.910 pemain dan nilai transaksi Rp 21,2 miliar. Adapun peringkat pertama ditempati Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dengan 21.497 pemain dan nilai transaksi deposit mencapai Rp 137,8 miliar.

(Mugni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *