Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » Batu Bara Nautica 22 Menghitami Pesisir Pangandaran, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Batu Bara Nautica 22 Menghitami Pesisir Pangandaran, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

PANGANDARAN – Proses evakuasi Tongkang Nautica 22 yang kandas dan terbalik di perairan Pangandaran hingga kini masih berlangsung. Cuaca ekstrem disebut menjadi kendala utama yang menghambat upaya penanganan dan evakuasi kapal beserta muatannya.

External Relation PT Trans Logistik Perkasa, Agus Hermawan, mengatakan insiden tersebut murni disebabkan oleh faktor alam yang berada di luar kendali perusahaan.

“Ini merupakan musibah akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Faktor cuaca hingga saat ini menjadi kendala utama dalam proses penanganan di lapangan,” ujar Agus saat ditemui di lokasi kejadian.

Meski mengalami kecelakaan laut, Agus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tongkang Nautica 22 diketahui berlayar dari Sumatera Selatan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap dengan membawa muatan batu bara sebanyak 8.109 ton. Akibat kapal terbalik, sebagian muatan batu bara tumpah dan mencemari kawasan perairan serta pesisir Pantai Pangandaran.

Majalengka – Keindhaan Bukit Hortensia di Lereng Bukit Gunung Ciremai

Untuk mengurangi dampak lingkungan yang lebih luas, pihak perusahaan mulai melakukan pembersihan secara manual di area pesisir yang dapat dijangkau petugas.

“Langkah yang kami lakukan saat ini adalah membersihkan batu bara yang masih bisa diambil secara manual, sembari melakukan mitigasi terhadap batu bara yang sudah masuk ke perairan,” katanya.

Penanganan insiden ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain pemerintah daerah, Kepolisian, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Lingkungan Hidup. Bupati Pangandaran juga telah meninjau langsung lokasi kejadian.

Terkait dampak pencemaran terhadap kualitas air dan biota laut, Agus menyebut pihak perusahaan masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi teknis yang berwenang.

“Kementerian dan dinas terkait telah mengambil sampel air serta biota laut untuk dilakukan pengujian. Kami masih menunggu hasil dan arahan lebih lanjut,” ujarnya.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Sementara itu, PT Menara Shipping Agency bersama KUPP Pangandaran terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan guna menentukan metode terbaik untuk mengevakuasi badan tongkang.

Di sisi lain, perusahaan asuransi telah mengirimkan tim surveyor ke lokasi untuk melakukan penilaian terhadap kondisi kapal dan menghitung tingkat kerusakan serta dampak tumpahan batu bara yang terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *