BANDUNG – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kota Bandung, kembali berjalan normal setelah gerbang sekolah yang sempat digembok pihak ahli waris kini dibuka kembali.
Namun, persoalan belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan opsi pemindahan siswa ke sekolah lain untuk memastikan kegiatan belajar tidak kembali terganggu.
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari mengatakan, rencana pemindahan siswa tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pemindahan nantinya dilakukan secara bertahap ke SDN 148.
“Sekarang sudah biasa lagi. Ke depan insya Allah hasil koordinasi sama Pak Wali untuk menyelamatkan siswa akan dipindahkan ke SDN 148 nanti secara bertahap,” kata Agus saat ditemui dilokasi Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, belum ada kepastian kapan pemindahan akan dimulai. Pihak sekolah masih harus membahas rencana tersebut bersama orangtua siswa SDN 026 dan pihak SDN 148.
Agus mengatakan koordinasi dengan orangtua penting dilakukan agar rencana pemindahan tidak justru menimbulkan persoalan baru, terutama penolakan dari orangtua siswa di sekolah tujuan.
“Belum tahu. Kita akan rapat dulu dengan orangtua, kemudian orangtua di sana (SDN 148) kita harus mengadakan rapat dulu, jadi supaya tidak terjadi penolakan seperti halnya waktu di SD 200, itu kan orangtua sama orangtua,” katanya.
Menurut Agus, sosialisasi mengenai kemungkinan pemindahan siswa sebenarnya sudah mulai dilakukan. Pihak sekolah juga masih membahas apakah siswa akan dipindahkan terlebih dahulu atau tetap menjalani kegiatan belajar di SDN 026 Bojongloa.
“Sebetulnya dari kemarin kita sudah sosialisasikan apakah nanti akan ada pemindahan dulu atau apakah kita mau di sini. Insya Allah hari Senin akan kita rapatkan kembali, minimal perwakilan dari setiap kelas,” ucapnya.
Di tengah proses tersebut, sekolah juga masih menghadapi kekhawatiran lain, yakni kemungkinan gerbang kembali digembok. Untuk mengantisipasi hal itu, pengamanan di sekitar sekolah akan diperkuat.
Agus mengatakan Wali Kota Bandung telah menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan melibatkan Satpol PP dan kepolisian untuk menjaga sekolah.
“Tadi Pak Wali sudah mengatakan, dengan sekarang ini Pak Camat akan mengerahkan Satpol PP termasuk kepolisian untuk menjaga karena dikhawatirkan ada penggembokan lagi,” ungkapnya.
Untuk sementara, siswa masih dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun, pihak sekolah tetap menunggu hasil rapat bersama orangtua dan koordinasi dengan SDN 148 untuk menentukan langkah selanjutnya.
Agus berharap keputusan yang diambil nantinya benar-benar menjamin siswa tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa kembali terseret persoalan sengketa yang terjadi di SDN 026 Bojongloa.
(Mugni)


Komentar