BANDUNG – Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dijadwalkan kembali beroprasi pada 17 Agustus 2026 mendatang. Saat ini, progres persiapan fasilitas bandara telah mencapai 95 hingga 99 persen dan kini tinggal menunggu sertifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Irman Fathurrahman mengatakan, seluruh sarana utama bandara hampir siap digunakan. Saat ini, proses yang masih ditunggu adalah inspeksi dan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan sebagai syarat operasional penerbangan.
“Untuk persiapan sampai saat ini pembukaan Bandara Husein insya Allah menjadi bandara internasional yang rencananya akan dibuka secara seremonial tanggal 17 Agustus,” kata Irman Jumat (24/7/2026).
Irman menjelaskan, progres pembangunan terminal domestik dan internasional telah mencapai sekitar 95 persen. Sementara fasilitas pendukung seperti area parkir dan rekayasa lalu lintas telah mencapai 98 persen.
Adapun fasilitas sisi udara, meliputi runway, taxiway, dan runway light, disebut telah siap hingga 99 persen, sehingga secara teknis siap digunakan untuk mendukung operasional penerbangan.
Meski begitu, operasional bandara belum dapat dimulai sebelum Kementerian Perhubungan menyelesaikan proses inspeksi dan menerbitkan sertifikat kelayakan operasional.
“Kemudian kita tinggal menunggu pengecekan nanti dari Kementerian Perhubungan. Apabila pemeriksaan dari Kementerian Perhubungan sudah dilaksanakan, nanti mereka akan mengeluarkan surat resmi bahwa Bandara Husein Sastranegara sudah layak digunakan untuk penerbangan domestik, kemudian internasional regional,” jelasnya.
Selain fasilitas Infrastuktur, minat maskapai untuk kembali beroprasi dari Bandara Husein cukup tinggi. Hingga kini sekitar tujuh maskapai, terdiri dari penerbangan reguler, internasional, hingga kargo, telah mengajukan permohonan untuk beroperasi.
“Sampai sejauh ini total ada sekitar tujuh maskapai, baik reguler maupun internasional, kemudian kargo. Mudah-mudahan nanti seluruhnya yang mereka ajukan bisa terealisasi dan disetujui oleh Kementerian Perhubungan,” katanya.
Irman menambahkan, sistem pengamanan bandara juga telah dipersiapkan secara terpadu. Pengamanan akan melibatkan Aviation Security (Avsec), Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau), serta unsur intelijen guna menjamin keamanan dan kelancaran operasional penerbangan.
“Sistem pengamanan seluruhnya kita siapkan, baik dari Avsec maupun dari Satpomau Husein Sastranegara maupun dari Satintelijen. Semuanya berkolaborasi jadi satu,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar