Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya intensitas hujan yang diperkirakan terjadi dalam waktu relatif singkat.
“Sedang mengerahkan semua wilayah, tidak hanya kedinasan, agar melakukan pembersihan tali-tali air. Memang ada beberapa titik sedang ada perbaikan, baik di jalan protokol maupun di jalan kewilayahan,” kata Farhan Senin (5/10/2026)
Menurutnya, berdasarkan informasi BMKG, musim hujan tahun ini diperkirakan hanya berlangsung sekitar tiga bulan. Namun, curah hujan yang turun diperkirakan setara dengan akumulasi hujan selama enam bulan.
“Kita betul-betul aware karena menurut BMKG, musim hujan kita akan singkat, hanya tiga bulan. Tetapi, curah hujannya sama dengan musim hujan selama enam bulan. Jadi intensitasnya akan tinggi,” katanya.
Farhan mengatakan, penanganan kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir harus dimulai dari pembenahan drainase.
“Jalan-jalan langganan bagaimanapun juga penanganannya adalah di drainase. Itu dulu yang ditangani,” ujarnya.
Lebih lanjut Farhan mengatakan, untuk sejumlah kawasan seperti Cibaduyut dan Cimindi, penanganan banjir membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, hingga Kota Cimahi.
Meski begitu, Pemkot Bandung akan memfokuskan kawasan Cijawura hingga wilayah timur karna menjadi salah satu area yang lebih memungkinkan ditangani langsung oleh Pemkot Bandung karena berada dalam kewenangan kota.
“Nah, yang paling mungkin kita akan jaga, lebih memungkinkan karena itu punya kota 100 persen, itu daerah Cijawura ke arah timur. Nah, itu lebih memungkinkan. Kita sedang membuat sodetan-sodetan baru,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar