Hukum Dan Kriminal Jawa Barat
Home » Berita » Aksi Mahasiswa di Karawang Berujung Bentrok

Aksi Mahasiswa di Karawang Berujung Bentrok

Situasi Aksi Unjuk Mahasiswa di Depan Mapolres Karawang Jawabarat Kamis(23/07/2026)

KARAWANG — Aksi unjuk rasa PMII di depan Mapolres Karawang berakhir ricuh pada Kamis sore. Massa hadir menyerukan ketegasan atas maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Karawang. Kekecewaan mahasiswa memuncak saat membentangkan banner tuntutan di depan pintu gerbang. Aksi makin panas ketika massa nekat membakar ban bekas di lokasi. Langkah ekstrem ini diambil sebagai protes keras atas kinerja kepolisian.

Kericuhan pecah saat mahasiswa nekat menerobos masuk ke area markas polisi. Petugas yang bersiaga langsung menghadang barisan massa secara ketat di depan gerbang. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tidak dapat dihindari. Asap hitam dari pembakaran ban semakin memperkeruh suasana di lokasi demonstrasi. Beruntung, insiden saling dorong tersebut berhasil diredam sebelum memakan korban luka.

Maraknya aksi curanmor belakangan ini dinilai telah sangat meresahkan warga Karawang. Laporan kehilangan kendaraan terus bertambah tanpa adanya ketegasan hukum dari pihak berwajib. Mahasiswa menilai situasi keamanan di wilayah Karawang saat ini berada dalam kondisi rawan. Lambatnya respons polisi membuat para pelaku kejahatan semakin leluasa menjalankan aksinya. Hal inilah yang memicu gelombang protes besar dari kalangan mahasiswa setempat.

Ketua PC PMII Karawang, Mahardika, mengecam keras lambatnya penanganan laporan warga oleh aparat kepolisian. Pihaknya menilai kinerja penindakan kejahatan jalanan di Karawang masih sangat minim. Mahasiswa merasa aduan warga selama ini terkesan dibiarkan tanpa kepastian hukum yang jelas. Oleh karena itu, langkah tegas dari jajaran kepolisian sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Banyak laporan warga terkait kasus curanmor yang dinilai lambat dan belum mendapat penanganan optimal dari kepolisian,” tegas Mahardika saat memberikan keterangan di lokasi aksi.

Dampak Penutupan Galian C di Majalengka , Sopir Truk Berburu Pasir Ke Kabupaten Lain

“Kami mendesak aparat kepolisian meningkatkan pengungkapan kasus, memperkuat patroli malam, serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Karawang,” lanjutnya.

Kondisi memanas akhirnya mereda setelah dilakukan negosiasi cepat di lapangan. Petugas kepolisian bersama koordinator aksi bergegas menenangkan emosi para mahasiswa. Kedua belah pihak sepakat menahan diri demi mencegah bentrokan yang lebih parah. Hasil negosiasi membuat amuk massa perlahan surut dan situasi kembali kondusif. Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh poin tuntutan.

Aksi ricuh ini menjadi teguran keras bagi Polres Karawang untuk membenahi kinerjanya. Kepolisian tidak boleh lagi mengabaikan aduan dari warga yang menjadi korban kejahatan. Masyarakat kini menanti tindakan nyata serta transparansi dalam pengungkapan para pelaku curanmor. Penguatan patroli malam harus segera direalisasikan secara menyeluruh di setiap titik rawan. Jika respons polisi tetap lambat, gelombang protes dipastikan akan kembali terjadi.

 

(MANDA)

Mq Iswara tantang IKA Unpad jabar genjot IPM dan mitigasi bencana

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Menko Zulhas: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan

02

Konflik Agraria di Langkaplancar Picu Ketakutan Warga, Jeje Desak Pemerintah Segera Mediasi

03

Prameswari Galuh Luncurkan Batik ‘Cakra Galuh’ di Astana Gede Kawali

04

Tani Merdeka Jabar Somasi Kadis Pertanian Indramayu, Diduga Cemarkan Nama Organisasi

05

Puluhan Perajin di Ciamis Sulap Daun Pandan Jadi Produk Bernilai Ekspor, Libatkan Ibu Rumah Tangga hingga Remaja

Berita Terbaru