Majalengka, garudajabar.tv – Pasca terkait himbauan penutupan aktivits tambang galian C yang dikeluarkan oleh Kapores Majalengka AKBP MUhammad Aldy Sulaiman, secara otomatis memicu efek domino yang langsung memukul sektor transportasi dan kontruksi di Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Ketika pasokan material terhenti di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka, para sopir dump truk tidak memiliki pilihan selain berburu pasir dan batu ke wilayah Desa Marongge Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang, Senin ( 19/10/26).
Fenomena berpindahnya rute perburuan tambang pasir maupun batu, terlihat belasan mobil dump truk antre di bahu jalan depan tambang pasir yang ada di Desa Marongge Sumedang.
Asep, salah satu sopir dump truk asal Majalengka mengakui, pasca terjadinya penutupan galian C di sejumlah wilayah di Majalengka, ia terpaksa mengambil muatan pasir maupun batu dari wilayah lain.

Untuk saat ini kita terpaksa ngambil material pasir dari Desa Marongge, meskipun jarak yang lumayan jauh dan harus rela mengantre hingga berjam jam, “saya lakukan demi menjaga kelangsungan mata pencaharian” ujarnya kepada Garudatv
“Untuk mendapatkan muatan, kita harus antrea dilokasi tambang dua jam hingga tiga jam lamanya, yang datang ikut ngantre di lokasi bukan hanya mobil dari Majalengka saja, melainkan mobil dump truk dari Kabupaten Indramayu dan Sumedang juga ikut ngantre.” Imbuhnya
Selain itu penutupan tambang galian C di keluhkan Maman, salah satu warga Majalengka yang berimbas terhambatnya pada sektor pembangunan.
Demi kelancaran pembangunan, baik pembangunan perorangan atau golongan, Maman berharap pemerintah setempat segera mengatasi masalah tersebut demi kelancaran pembanguan yang ada di kabupaten Majalengka.
(Ubay Rubaya)


Komentar