Bandung, garudajabar.tv – Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Pengurus Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menantang jajaran pengurus untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.
Iswara menilai, keberagaman latar belakang pengurus, mulai dari birokrat, pengusaha, hingga kalangan perbankan, menjadi modal strategis untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan dampak terukur, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.Tantangan itu disampaikan Iswara seusai pengukuhan pengurus IKA Unpad Pengprov Jawa Barat di Gedung DPRD Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).
Menurut Iswara, peningkatan IPM harus menjadi salah satu prioritas program kerja organisasi. Ia mendorong para alumni memanfaatkan keahlian, pengalaman, dan jaringan profesional untuk membantu pemerintah memperbaiki indikator pembangunan manusia.
“Jawa Barat harus naik. Mari IPM dulu kita genjot. Kalau tahun ini peringkat 14, tahun depan harus bisa ke peringkat 10. Tiga tahun ke depan, misalnya, harus ke peringkat sembilan,” ujar Iswara.
Ia menjelaskan, peningkatan IPM mencakup tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak yang berkaitan dengan daya beli masyarakat.
Di sektor pendidikan, perhatian perlu diarahkan pada peningkatan rata-rata lama sekolah. Sementara di bidang kesehatan, penanganan stunting serta penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi sejumlah indikator penting. Adapun dari sisi kesejahteraan, peningkatan daya beli diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Iswara menegaskan, sinergi antara IKA Unpad dan pemerintah daerah harus menghasilkan peningkatan kinerja pembangunan yang dapat diukur, bukan sekadar memperkuat komunikasi ant alumni.
IKA UNPAD SIAP ANTISIPASI KARHUTLA DAN LONGSOR
Selain mendorong peningkatan IPM, IKA Unpad Jabar juga menyiapkan kontribusi dalam mengantisipasi persoalan lingkungan dan kebencanaan.
Salah satu perhatian utama adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul indikasi kemunculan titik panas di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan Pegunungan Ciremai serta Gunung Gede Pangrango.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, IKA Unpad Jabar berencana menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan melibatkan para pakar guna merumuskan langkah penanganan.
Iswara juga menyoroti potensi El Nino yang dapat memperpanjang kondisi kering dan meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan maupun perkebunan.
Di sisi lain, memasuki musim hujan, mitigasi bencana longsor turut menjadi perhatian. Koordinasi dengan OPD terkait dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan didorong untuk memperkuat langkah antisipasi di wilayah rawan bencana.
TARGETKAN KEPENGURUSAN DI 27 KABUPATEN/KOTA
Untuk memperluas jangkauan kontribusi alumni, IKA Unpad Jabar menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam enam bulan ke depan.
Saat ini, kepengurusan tingkat kabupaten/kota baru terbentuk di enam daerah. Sejumlah wilayah lainnya masih tergabung dalam satu kepengurusan berdasarkan kawasan aglomerasi.
Iswara mengatakan, pembentukan kepengurusan di setiap daerah akan diperkuat melalui penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk operasional. Langkah ini diharapkan membuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan DPRD setempat berjalan lebih efektif sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah, IKA Unpad Jabar juga berkomitmen mendukung peningkatan daya saing almamater agar mampu menembus peringkat 300 besar dunia.
Iswara menyebutkan, dari sekitar 320 ribu alumni Unpad, sebanyak 96.700 orang berdomisili atau bekerja di Jawa Barat. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar yang dapat dimobilisasi untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Dengan penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, IKA Unpad Jabar berharap kontribusi alumni tidak hanya terbatas pada jejaring profesional, tetapi juga menghasilkan program konkret yang berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.


Komentar