Health & Fitness Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata, Terapkan Aturan 20-20-20

RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata, Terapkan Aturan 20-20-20

Pangandaran, garudajabar.tv – Penglihatan kabur, mata terasa perih, hingga ketidaknyamanan saat menatap layar telepon seluler (ponsel) kerap dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan. Padahal, gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung berulang, tidak kunjung membaik, atau disertai penurunan kemampuan melihat.

Dokter Spesialis Mata RSUD Pandega Pangandaran, dr. Mia Rachmawati Novitasari, Sp.M., mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan mata dan membiasakan perilaku visual yang sehat. Pemeriksaan mata secara berkala juga penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, khususnya bagi kelompok yang memiliki faktor risiko tertentu.

Penggunaan gawai dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah atau digital eye strain. Kondisi ini dapat ditandai dengan mata kering, perih, pandangan kabur sementara, sakit kepala, serta rasa tidak nyaman setelah menatap layar dalam durasi panjang.

Keluhan tersebut antara lain dapat dipicu oleh berkurangnya frekuensi berkedip, fokus mata yang terus-menerus tertuju pada jarak dekat, serta pencahayaan layar dan ruangan yang kurang sesuai. Karena itu, penggunaan gawai perlu diimbangi dengan jeda istirahat dan kebiasaan yang mendukung kesehatan mata.

Dalam kegiatan edukasi kesehatan mata yang diselenggarakan RSUD Pandega Pangandaran, dr. Mia mengingatkan pentingnya mengenali gejala gangguan penglihatan dan mengambil langkah yang tepat sebelum keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kegawatdaruratan, Kejang dan Penurunan Kesadaran

Kenali Gejala Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan pada fungsi penglihatan. Gejala seperti pandangan kabur, mata terasa perih atau tidak nyaman, sering menyipitkan mata, serta kesulitan melihat dalam kondisi minim cahaya perlu diperhatikan, terutama apabila keluhan terjadi berulang atau semakin memburuk.

Namun, gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kerusakan mata permanen. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari mata kering dan gangguan refraksi hingga kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila penglihatan tiba-tiba menurun atau hilang, baik pada satu maupun kedua mata, masyarakat harus segera mendapatkan pertolongan medis. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan serius yang membutuhkan penanganan segera. Gejala lain, seperti nyeri mata hebat, munculnya kilatan cahaya atau banyak bintik melayang secara mendadak, maupun bayangan gelap seperti tirai pada penglihatan, juga perlu segera diperiksa.

Penanganan yang cepat penting untuk mengetahui penyebab gangguan dan mengurangi risiko komplikasi yang dapat mengancam penglihatan.

Icon Carnival Pangandaran 2026 Tampilkan Kreasi Unik, Angkat Budaya dan Potensi Lokal

Terapkan Aturan 20-20-20 Saat Menggunakan Gawai

Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar adalah menerapkan aturan 20-20-20.

Melalui metode ini, pengguna gawai dianjurkan untuk mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit, selama 20 detik, ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter.

Jeda tersebut membantu mengurangi ketegangan akibat aktivitas melihat pada jarak dekat secara terus-menerus. Meski demikian, aturan 20-20-20 bukan pengganti pemeriksaan mata dan tidak menjamin pencegahan semua jenis gangguan penglihatan.

Selain menerapkan aturan tersebut, masyarakat disarankan menjaga pencahayaan ruangan agar nyaman, mengatur jarak layar, menyesuaikan tingkat kecerahan layar dengan kondisi sekitar, serta beristirahat secara berkala. Pengguna juga perlu membiasakan diri berkedip secara teratur untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata.

Orang Tua Perlu Memperhatikan Kesehatan Mata Anak

Perhatian terhadap kesehatan mata perlu dimulai sejak usia dini. Penglihatan berperan penting dalam mendukung proses belajar, perkembangan, dan aktivitas sehari-hari anak.

RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda gangguan penglihatan, seperti anak sering menyipitkan mata, mendekatkan buku atau layar ke wajah, kesulitan melihat tulisan dari kejauhan, memiringkan kepala saat melihat objek, atau mengeluhkan sakit kepala setelah membaca.

Apabila tanda-tanda tersebut muncul secara berulang, orang tua dianjurkan membawa anak untuk menjalani pemeriksaan mata. Deteksi dini dapat membantu mengidentifikasi gangguan penglihatan sehingga penanganan yang sesuai dapat diberikan.

Selain membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, anak perlu didorong untuk melakukan aktivitas di luar ruangan secara rutin, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari. Kebiasaan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mata, termasuk membantu mengurangi risiko terjadinya rabun jauh atau miopia pada anak.

Penderita Diabetes dan Hipertensi Perlu Rutin Memeriksakan Mata

Kewaspadaan terhadap gangguan penglihatan juga penting bagi orang dewasa, terutama penderita diabetes melitus dan hipertensi.

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada retina atau retinopati diabetik. Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah retina dan meningkatkan risiko komplikasi pada mata.

Pada kondisi tertentu, kerusakan retina dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, penderita diabetes dan hipertensi perlu mengendalikan kadar gula darah serta tekanan darah sesuai anjuran tenaga medis dan menjalani pemeriksaan mata secara berkala.

Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi perubahan pada mata sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.

Gunakan Pelindung Mata untuk Mencegah Cedera

Selain menjaga kebiasaan saat menggunakan gawai, masyarakat perlu memperhatikan keselamatan mata ketika bekerja, melakukan kegiatan rumah tangga, maupun berolahraga.

Aktivitas yang melibatkan debu, serpihan benda, bahan kimia, atau risiko benturan dapat menyebabkan cedera mata. Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan pelindung mata yang sesuai dengan jenis aktivitas dan potensi bahayanya.

Jika mata terkena bahan kimia, segera bilas dengan air bersih yang mengalir dan cari pertolongan medis. Sementara itu, cedera akibat benturan keras, benda yang menancap, atau gangguan penglihatan setelah kecelakaan memerlukan pemeriksaan medis segera. Hindari menggosok atau menekan mata yang mengalami cedera.

Melalui edukasi kesehatan ini, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana, seperti menerapkan aturan 20-20-20, mengatur pencahayaan dan jarak layar, menjaga kesehatan tubuh, menggunakan pelindung mata sesuai kebutuhan, serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan pada penglihatan. Dengan mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat, risiko komplikasi gangguan mata dapat dikurangi sehingga kualitas penglihatan tetap terjaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Menko Zulhas: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan

02

Konflik Agraria di Langkaplancar Picu Ketakutan Warga, Jeje Desak Pemerintah Segera Mediasi

03

Prameswari Galuh Luncurkan Batik ‘Cakra Galuh’ di Astana Gede Kawali

04

Tani Merdeka Jabar Somasi Kadis Pertanian Indramayu, Diduga Cemarkan Nama Organisasi

05

Puluhan Perajin di Ciamis Sulap Daun Pandan Jadi Produk Bernilai Ekspor, Libatkan Ibu Rumah Tangga hingga Remaja

Berita Terbaru