Cimahi, garudajabar.tv – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi terus memperkuat ekosistem literasi melalui kegiatan Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi (Monev) dan Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Kegiatan tersebut diikuti para pengelola perpustakaan sekolah tingkat SMP dan MI se-Kota Cimahi. Selain itu, kegiatan turut dihadiri para pegiat dan komunitas literasi Kota Cimahi sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan budaya literasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari, S.T., M.T., M.Sc., Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P., serta perwakilan komunitas dan organisasi literasi, di antaranya Ketua ATPUSI Kota Cimahi, Ibu Eti dari SDN Padasuka Mandiri 2, Ketua Dewan Literasi Kota Cimahi (DLKC), Kang Sammy, Ketua Forum TBM Kota Cimahi, Bapak Febri, serta Komunitas Hayu Maca, Mang Idon.
Kepala Disarpusda: Perpustakaan Sekolah Harus Terus Bertransformasi
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa perpustakaan sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya membaca sejak usia sekolah.
“Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus menjadi ruang belajar yang hidup, menarik, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi harus kita jadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan penguatan secara berkelanjutan.”
Menurutnya, pengembangan perpustakaan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan sekolah, tetapi juga organisasi profesi, komunitas literasi, Forum TBM, serta para pegiat literasi.
“Kita ingin membangun ekosistem literasi yang saling terhubung. Sekolah memiliki perpustakaan, masyarakat memiliki komunitas literasi, dan pemerintah hadir memberikan dukungan serta fasilitasi. Ketika semuanya bergerak bersama, dampaknya akan lebih besar terhadap budaya membaca masyarakat Kota Cimahi,” tambahnya.
Rusli: Monev Bukan Sekadar Penilaian

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P., menyampaikan bahwa kegiatan tindak lanjut Monev merupakan bagian dari proses pembinaan dan peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah.
«“Monev bukan sekadar menilai atau melihat kekurangan perpustakaan sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil Monev tersebut kita tindak lanjuti menjadi langkah perbaikan. Kita ingin setiap perpustakaan sekolah memiliki pengelolaan yang semakin baik, layanan yang semakin aktif, dan program yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.”»
Rusli juga menekankan pentingnya pemahaman para pengelola perpustakaan terhadap TKM dan IPLM, karena data dan indikator literasi dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun program pengembangan perpustakaan.
«“Kita tidak bisa hanya menjalankan program berdasarkan asumsi. Kita membutuhkan data dan indikator yang dapat menggambarkan kondisi literasi masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap TKM dan IPLM menjadi penting, termasuk bagaimana perpustakaan sekolah dapat mengambil peran dalam membangun budaya gemar membaca,” jelasnya.»
Dorong Partisipasi Survei TKM Kota Cimahi 2026

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mengenai Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Masyarakat Kota Cimahi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi sebagai bagian dari kajian perpustakaan.
Survei ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam meningkatkan program pembudayaan kegemaran membaca masyarakat serta pengembangan perpustakaan di Kota Cimahi.
Disarpusda mengajak masyarakat berdomisili di Kota Cimahi dan berusia minimal 15 tahun untuk berpartisipasi sebagai responden dengan mengisi kuesioner secara jujur dan objektif berdasarkan pengalaman masing-masing.
Masyarakat dapat mengakses survei melalui:
Partisipasi masyarakat dalam survei diharapkan dapat membantu menghasilkan data yang lebih representatif mengenai kondisi kegemaran membaca masyarakat Kota Cimahi.
Kolaborasi Komunitas Jadi Kekuatan Literasi

Kehadiran para pegiat dan komunitas literasi dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan literasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
ATPUSI, Dewan Literasi Kota Cimahi, Forum TBM, Komunitas Hayu Maca, sekolah, perpustakaan, dan berbagai unsur masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ruang-ruang literasi yang dekat dengan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan literasi, tidak hanya melalui aktivitas membaca buku, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan tindak lanjut Monev, penguatan pengelolaan perpustakaan sekolah, sosialisasi TKM-IPLM, serta pelaksanaan Survei TKM 2026, Disarpusda Kota Cimahi terus mendorong terbangunnya ekosistem literasi yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
Perpustakaan kuat, komunitas bergerak, literasi tumbuh, Kota Cimahi semakin literat.


Komentar