Inspirasi Jawa Barat Tasikmalaya
Home » Berita » MBG Perasmanan Mulai Diterapkan di SMK Darud Dakwah Tasikmalaya, Jadi Pilot Project BGN

MBG Perasmanan Mulai Diterapkan di SMK Darud Dakwah Tasikmalaya, Jadi Pilot Project BGN

Tasikmalaya, garudajabar.tv — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep perasmanan mulai diterapkan di SMK Darud Dakwah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).

Konsep pelayanan makanan ini menjadi salah satu pilot project Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwisari Ciawang 1.

Berbeda dengan sistem MBG sebelumnya, makanan tidak lagi langsung disajikan kepada siswa dalam wadah atau ompreng. Para siswa kini mengambil makanan secara langsung melalui sistem perasmanan.

Pada tahap awal, konsep tersebut diterapkan pada dua kelas dengan jumlah penerima manfaat sekitar 500 siswa.

Sebelum mengikuti proses pengambilan makanan, para siswa terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD).

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Penggunaan APD menjadi bagian dari prosedur untuk menjaga kebersihan dan keamanan selama proses pelayanan makanan.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti mekanisme baru tersebut. Para siswa mengambil makanan yang telah disediakan sebelum kemudian menikmatinya bersama.

Kepala SPPG Leuwisari Ciawang 1, Heru Lesmana, mengatakan penerapan konsep perasmanan menjadi pengalaman baru dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya membuat siswa menerima makanan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada penerima manfaat untuk terlibat langsung dalam proses pelayanan.

Meski mendapatkan respons positif, penerapan MBG dengan konsep perasmanan masih dalam tahap evaluasi.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sejumlah kendala masih ditemukan, terutama terkait proses adaptasi relawan SPPG dan para siswa terhadap mekanisme pelayanan yang baru.

Koordinator BGN Wilayah Tasikmalaya, Andi Risky Hermawan, menyebut penerapan konsep perasmanan di SMK Darud Dakwah merupakan salah satu proyek percontohan dari total sekitar 290 SPPG di Kabupaten Tasikmalaya.

Selain sebagai metode pelayanan makanan, konsep perasmanan dinilai dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai kebersihan, pola hidup sehat, serta pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.

Program MBG diharapkan dapat membantu memastikan siswa tidak mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi lapar.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan semangat belajar siswa serta menjadi bagian dari upaya penanganan stunting.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Namun, keterlibatan siswa dalam proses pelayanan menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan.

Aktivitas siswa saat mengambil makanan dinilai berpotensi mengganggu kegiatan belajar-mengajar apabila mekanismenya tidak diatur secara efektif.

Karena itu, BGN berharap ke depan proses pelayanan dapat lebih banyak ditangani oleh pihak SPPG, sehingga pelaksanaan MBG tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran.

Hasil evaluasi penerapan MBG dengan konsep perasmanan di SMK Darud Dakwah nantinya akan menjadi bahan pertimbangan BGN untuk menentukan kemungkinan penerapan metode serupa di SPPG lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *